SELAMAT 70 TAHUN IBU PERTIWI DAN CEPAT SEMBUH

Tidak terasa 70 tahun sudah Indonesia merdeka, merdeka dari tangan-tangan penjajah asing. Angka yang tidak muda lagi bila di ibaratkan dalam usia manusia. 

Indonesia dengan sejuta keindahan dan kekayaan alamnya, Indonesia dengan beragam suku agama budaya dan bahasa. Indonesia dengan semboyannya BHINEKA TUNGGAL IKA yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua. Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara. 

Tetapi semua hanya tinggal sejarah saja, karena yang terjadi sekarang ini banyak perpecahan antar umat beragama, hilangnya karakter bangsa, korupsi yang semakin menggila, lahirnya penjilat-penjilat baru yang terus menggerogoti ibu pertiwi di balik jas mewah dan kemunafikannya yang bekerja konon katanya atas nama rakyat.

Apa yang terjadi dengan Indonesia ku?

Ibu pertiwi menangis, menahan sakit yang tak kunjung sembuh...
Ibu pertiwi merintih, namun tak ada yang peduli...

Pemimpin kami sibuk memikirkan kepentingan pribadinya...
Pemimpin kami sibuk memikirkan cara mempertahankan kursi jabatan dan kekuasaannya...

Indonesia sangat kaya, rempah-rempah berlimpah. Tanah Indonesia begitu subur, tanam apa saja pasti tumbuh. Sayur dan buah tinggal memetik di kebun. Bermain bebas di halaman yang luas, lari kesana kemari di antara hijaunya persawahan menikmati indahnya tanah kami.

Apa yang terjadi dengan Indonesiaku?

Lahan dan ladang untuk kami berkebun semakin sempit dan perlahan menghilang...
Semua berubah menjadi gedung-gedung tinggi dan perumahan mewah...

Kami tidak lagi bisa bebas bermain di halaman yang luas seperti dulu...

Indonesia memiliki banyak kesenian dan budaya yang harus di jaga dan di lestarikan sebagai aset bangsa terbesar. Keunikan dan keanekaragaman yang telah mendatangkan keuntungan bagi negri ini dalam bidang pariwisata. Tapi sayangnya, hal itu kurang di perhatikan oleh pemimpin kita. Dan hanya segelintir orang yang peduli akan hal ini. Jadi, jangan salahkan jika nanti kembali terjadi dari pihak luar yang mengakui salah satu kesenian atau budaya kita adalah miliknya. Karena kita sendiri pun yang tidak menjaganya.

Indonesiaku tercinta kini telah genap berusia 70 tahun, tapi mengapa nasib mu kini semakin terpuruk?
Engkau sakit namun tak kunjung sembuh, berdiri seakan tidak terjadi apa-apa...
Tingkah liar para pemimpin semakin menjadi...
Sepertinaya masalah moral bukan lagi segalanya, karena kekuasaan menghalalkan segala cara.

Aku...
Aku generasi yang patah hati....
Melihat tingkah pemimpin yang tak lagi beradab...
Membuat ku semakin muak...

Belum lagi di tambah dengan satu persoalan baru, mengenai "Pasal Penghinaan Presiden".
Lalu apa artinya demokrasi, jika kebebasan kita untuk berpendapat dan berkomentar mengenai kinerja presiden terhalang oleh tembok yang bernama "Pasal"?

Apakah kritik dari rakyat untuk pemimpinnya itu sebuah kesalahan?

Rupiah pun ikut melemah, kebutuhan pokok semakin mahal harganya. Tingkat kriminalitas semakin tinggi, pendidikan yang tak merata karena untuk menjadi pintar biayanya sangat mahal. Pendidikan yang tinggi hanya bisa di miliki oleh mereka yang beruang.

Ibu pertiwi terus menangis...
Menahan sakit dan meratapi anak bangsa...

Indonesia ku, engkau sedang sakit...
Adakah jalan untuk kembali sembuh?
Sehat seperti sedia kala...

Sebagai negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak dan kekayaan alam yang berlimpah, harusnya di usia mu yang ke 70 tahun ini bukan lagi negara berkembang. Tetapi menjadi negara yang maju, tidak lagi menjadi negara yang konsuntif tapi menjadi negara yang produktif.

Terlepas dari persoalan itu semua, Indonesia masih punya aset yang bisa di kembangkan yaitu industri musik yang saat ini sedang mengalami mati suri. Karaktek musik Indonesia tidak lagi terdengar gaungnya karena kalah dengan kemajuan K-Pop di industri musik dalam negri. Permasalahan pembajakan yang sampai saat ini tidak tuntas penyelesaiannya. 

Pembajakan karya musik bukan hanya dalam bentuk CD album saja, tetapi di era digital ini pembajakan semakin meluas karena banyak situs-situs ilegal yang menyediakan download lagu gratis tanpa ijin dari artis atau musisinya. Malah ada situs resmi berbayar yang menjual lagu-lagu tapi tidak ada hak ijin dari artis atau musisinya.

Padahal kalau kita telaah kembali, pendapatan di musik untuk negara itu lebih besar. 

Tapi sepertinya pemimpin kita benar-benar tutup mata, tidak mau tau apa yang terjadi dengan bangsanya. Penderitaan yang di rasakan rakyatnya. Turun ke lapangan kalau mau pemilihan saja, seperti sekarang pemilihan pilkada serentak, demi mendapatkan suara rakyat untuk kemenangannya.

Banyaknya permasalahan di negri ini, seperti benang kusut yang sudah tidak bisa di luruskan kembali. Negri ini sedang mengalami sakit yang cukup akut, tetapi pemimpinnya malah asik dengan harta dan kekuasaannya.

Negri ini semakin kacau, lalu siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan di negri ini?
Apa yang harus ku katakan tentang ibu pertiwi pada anak cucu ku kelak di masa depan,..

Entahlah, semoga Indonesia dapat menemukan pemimpin yang bisa bawa bangsa ini menjadi lebih baik bukan hanya dalam program kampanye saja.

Dirgahayu Indonesia ku ke-70 tahun...
Semoga panjang umur dan cepat sembuh, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya....!!!





Comments