Pernahkah kamu menjadi seperti sampah? Merasa tidak berguna dan tidak berarti apa-apa.
Pernahkah kamu membenci dirimu sendiri? Merasa hina rendah di antara yang lain dan merasa sendiri.
Jangan bersedih jangan menyerah jangan menyalahkan dirimu sendiri, karena kamu tidak sendiri. Ada Tuhan mu yang tidak pernah pergi meninggalkanmu walau hanya sejengkal saja dan ada aku disini.
Aku pun merasakan hal yang sama, seketika dunia ku runtuh. Semua harapan itu sirna hanya meninggalkan luka. Aku merasa bukan siapa-siapa dan tak berarti apa-apa lagi, aku tidak lebih dari seorang pecundang tidak punya keberanian untuk mempertahankan yang ku miliki, aku anak yang gagal memberikan kebahagiaan untuk orangtua ku. Jalan setapak yang ku lalui membawaku ke titik terendah dalam hidup ku. Di mana semua kebahagiaan menghilang, orang-orang di sekitar ku menjauh dan mereka mencibir ku, menatapku penuh benci. Tidak ada teman untuk ku berbagi, tidak ada tempat untuk bersandar dan aku merasa sendiri di dunia ini.
Sebelum orang-orang di sekitarku menjauh, mereka selalu berkata menyanjung ku. Tidak sekali mereka katakan ingin bertukar menjadi diriku yang katanya hidup berkecukupan. Namun semua berbeda saat nasib mempermainkan keadaan hidup ku, takdir membawa ku terjatuh dalam jurang kehancuran perlahan mereka menjauh karena aku tidak lagi memiliki uang. Aku tersadar, mereka ada bersama saat aku berada dalam puncak kejayaan saja.
Aku mulai sering meluapkan emosi yang menggebu, aku menangis sejadi-jadinya. Terkadang aku berteriak menjerit-jerit dalam hati terus seperti itu hingga mengurangi rasa sesak ini melepaskan sedikit beban hidup ku. Aku merasa seperti camilan di dunia ini, entah siapa yang sedang bermain-main, nasib yang mempermainkan aku atau aku yang sedang bermain-main dengan nasib?
Aku membenci diriku sendiri, aku merasa jijik pada keadaan ku yang perlahan menjadi seperti sampah. Aku kehilangan semua yang ku miliki. Keluarga, teman, sahabat bahkan cinta semua menjauh dari ku karena kegagalan ku. Aku sendiri...hanya sendiri. Semua di kendalikan oleh materi dan membuat aku semakin terpuruk.
Entah apa lagi yang akan ku temui di ujung jalan sana, aku tidak tau. Aku hanya terus berjalan dalam pikiran yang kacau dan arah yang semakin tidak menentu.
Aku lemah, aku kalah, aku pecundang terus sperti itu aku menyalahkan diriku sendiri. Dan aku benar-benar putus asa.
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah cermin dan aku berkaca terus ku pandangi diriku dalam cermin dan akupun tersadar betapa bodohnya diriku melakukan semua ini. Kenapa harus membenci diri sendiri, harusnya aku berterima kasih pada semua masalah dan cobaan yang ku alami. Karena dengan itu aku mengerti mana orang yang pantas di katakan teman dan cinta, dan mereka yang telah menjauhi kita saat terpuruk bukanlah seorang teman dan cinta sesungguhnya. Mereka tidak lebih dari sebuah parasit. Keluarga menjauh, biarkan saja harusnya kita jadikan motivasi untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Itu sepenggal hikmah dan pesan yang ku dapati saat di depan cermin. Aku berkaca, benar-benar berkaca lalu ku layangkan semua pikiran ku di angan mencari sesuatu yang dapat membuat ku bangkit dari keterpurukan ini. Di antara angan-angan ku, aku mendapatkan mimpi dan cita-cita ku yang telah lama menepi karena kesibukan ku dulu yang terlalu merasa nyaman di zona aman yang akhirnya membuat ku terlempar jauh ke dalam nestapa.
Lalu aku membawa mimpi dan cita-cita ku kembali, ku temukan diriku yang dulu sempat berlalu kini menuntunku menemukan harapan baru. Aku berdiri dan siap memulai hidup baru dengan mimpi dan cita-cita ku yang sempat terlupakan. Aku kuatkan diri untuk bertahan di antara kesulitan yang ku alami saat memulainya kembali. Mimpi dan cita-citaku adalah kekuatan untuk dapat terus bertahan hingga aku sampai di titik ini dan menulis ini.
Sekeras apapun badai yang akan menghantamku, tidak akan menggoyahkan langkahku. Mimpi dan cita-cita kini adalah tujuan hidup ku, tidak peduli mereka yang menjauhiku karena pada saatnya nanti aku percaya akan menemukan orang-orang yang benar-benar dapat menerimaku apa adanya dan tidak memandang ku hanya dari materi. Aku tidak akan melupakan mimpi dan cita-cita ku lagi, aku akan memperjuangkannya karena itu tujuan hidupku.
Aku sadar, bahwa aku tidak sendiri karena Tuhan ku selalu bersamaku. DIA hanya ingin lebih dekat dengan ku, lalu DIA berikamn cobaan ini agar akupun lebih dekat denganNYA dan tidak melupakanNYA karena kebahagiaan yang telah diberikanNYA.
Jika kamu benar-benar mesakan hal ini, coba pejamkan mata mu temukan mimpi dan cita-cita mu. Karena itu yang akan membuat mu bertahan dan lebih kuat. Atau tulis semua penat yang kamu rasakan dalam selembar kertas, tulis semua kesedihan mu jika tidak ada orang yang mau mendengarkan kesedihanmu. Lepaskan dalam kertas putih jangan pernah menahannya, karena itu dapat membuat keadaanmu sedikit lebih baik.
Selalu berpikir positif dari semua masalah yang kamu hadapi pasti ada hikmahnya, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan. Percaya semua akan baik-baik saja. Temukan duniamu dalam mimpi dan cita-citamu di antara angan yang menyelimuti pikiranmu.
Karena mimpi dan cita-cita itulah kekuatan untuk terus bertahan dan alasan mengapa kita harus hidup dan hidup harus memiliki tujuan.
Jangan pernah merasa sendiri karena kamu tidak sendiri, jangan pernah menyerah karena kamu berhak bahagia, mimpi dan cita-cita adalah milik mu raihlah jangan biarkan tenggelam jangan sampai kamu menjadi camilan di dunia ini.
"Jadi diri sendiri, temukan kekuatanmu lalu olah seoptimal mungkin" kata-kata ini dari Kak Tere, yang akhirnya membuka mata dan pikiranku untuk bangkit.
Oh iya hadirnya idola juga perlu dalam pengembangan kemampuan kamu karena idola itu punya magnet yang sangat kuat sebagai motivasi juga referensi kenapa mimpi itu harus di perjuangkan. Tapi jadilah fans yang cerdas agar dapat menemukan idola yang cerdas, yang memang patut untuk di idolakan.
Selamat berjuang semoga berhasil jangan takut sendiri karena kamu tidak sendiri ada aku dan Tuhan mu, kita akan selalu berbagi suka dan duka. Karena hidup adalah perjuangan, materi bukanlah tujuan tapi materi hanya bonus saat kamu mampu mewujudkan mimpi dan cita-citamu, dan hidup akan lebih baik...percayalah...!!!
Comments
Post a Comment