Di antara kepenatan gw mendengarkan musik lokal yang semakin tidak jelas arah dan genre musiknya, banyaknya musisi-musisi karbitan yang wara-wiri di stasiun-stasiun televisi swasta lewat acara musik pagi yang sebenarnya tidak layak di sebut acara musik. Entah, apa yang sedang terjadi dengan dunia permusikan negri ini.
Banyak musisi-musisi atau grup musik yang punya kualitas tinggi, musisi lokal skill international yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah Pop The Disco. Masih banyak yang belum mengetahui grup musik ini, terutama mereka yang awam tentang perkembangan musik lokal. Karena yang mereka tahu adalah musik atau lagu dari musisi-musisi yang sering seliweran di acara musik pagi, atau lagu dari artis yang sering ada di infotainment dan bikin sensasi.
Dikesempatan kali ini, gw mau mengulik tentang grup musik Pop The Disco, sebuah grup musik yang digawangi oleh Fia Fellow dan Sara Ditaputri. Sebenarnya nama Fia Fellow tidak terlalu asing di telinga gw, apa lagi di industri musik lokal. Fia Fellow seorang penyanyi, gitaris dan pencipta lagu, salah satu lagu karyanya adalah Resah Tanpamu yang dibawakan secara duet oleh Titi Kamal dan Anji mantan vokalis band Drive. Sara Ditaputri, dia seorang bassist yang sudah malang melintang di industri musik lokal.
Meskipun nama Pop The Disco untuk sebagian orang masih terdengar asing dengan nama grup ini, tapi Fia Fellow dan Sara Ditaputri bukanlah orang baru di industri musik lokal. Kemampuan bermusik mereka tidak perlu diragukan lagi, karena semua sudah terbukti dengan eksistensi mereka bermusik dengan membuat sebuah grup musik bernama Pop The Disco.
Ada yang mengenal Pop The Disco awalnya dari sebuah lagu dan video clip "Salam 2 Jari", saat sering diputar ditelevisi waktu pilpres 2014 lalu. Gw sendiri tahu tentang grup musik inipun sama dari lagu tersebut. Meskipun nama Fia Fellow tidak asing buat gw. Dari lagu "Salam 2 Jari" gw mulai mencari tahu tentang Pop The Disco, dari twitter sampai ke youtube dan mesin pencari paling akurat google. Sampai akhirnya gw bisa melihat penampilan Pop The Disco secara langsung dalam sebuah acara musik Sisterhoodgigs session 4 di The Factory Cafe 30 Januari lalu. Itu perdana gw datang ke acara Sisterhoodgigs, juga pertama kali lihat penampilan Pop The Disco secara live.
Jujur gw langsung merasa kagum dengan permainan musik mereka. Karena selama ini gw sulit untuk menerima lagu-lagu baru dari grup musik yang baru lahir di industri musik lokal. Apa lagi grup musik perempuan, yang menurut gw dulu itu cuma untuk gaya dan ingin terkenal dengan modal fisik dari pada skill mereka dalam bermusik, tidak lebih dari itu lalu ditambah banyaknya bermunculan girlband ala K-Pop, yang buat gw jadi mati rasa dengan musik lokal. Tapi Pop The Disco ini beda, mereka memberikan suguhan dari warna musik yang tidak pasaran. Yang gw perhatikan dari perjalanan bermusiknya Pop The Disco, mereka tidak mengejar ketenaran sebagai artis, tapi mereka lebih mengutamakan kualitas dari karya musik yang mereka ciptakan.
Yang gw suka dari Pop The Disco adalah mereka berani membuat musik yang berbeda dari musik yang sedang trend di pasar musik lokal, dan lebih menunjukan kualitas musiknya dari pada kepentingan bisnis musik semata. Mungkin ini berbeda dengan label besar, yang menginginkan musisinya harus bisa membuat lagu sesuai trend pasar musik yang sedang booming. Makanya sekarang banyak musisi-musisi karbitan yang bermunculan di televisi lahir dari label besar, karena ingin terkenal dan menjual idealisme bermusik mereka demi keuntungan materi. Lalu dua atau tiga tahun kemudian musisi-musisi karbitan tersebut pun menghilang.
Pop The Disco real 'Girlband'. Bukan girlband yang nyanyi-nyanyi sambil dance ala K-Pop. Kadang gw bingung dengan pemahaman tentang 'Girlband', kenapa girlband itu identik dengan sekumpulan tiga orang perempuan atau lebih, yang bernyanyi ria sambil menari-nari seperti bintang K-Pop. Harusnya yang seperti itu kan lebih tepat disebut grup vokal, bukan girlband. Kalau yang namanya girlband itu kan dua perempuan atau lebih, yang bernyanyi juga bermain musik (ini menurut persepsi gw ya). Girlband berarti kelompok musik perempuan, beda dengan kelompok vokal perempuan.
Entahlah, gw juga bingung dengan pengertian dan pemahaman dari 'Girlband' itu sendiri. Tapi menurut gw juga dari berbagai sumber media cetak dan online, dan dari orang-orang pemerhati musik profesional, Pop The Disco itu real 'Girlband'. Meskipun masih banyak persepsi lainnya tentang arti 'Girlband' itu seperti apa.
Dari pada pusing memikirkan kata 'Girlband', lebih baik dengar langsung saja lagu-lagu karya Pop The Disco di youtube. Karena dengan begitu, kalian akan tahu betapa bagusnya lagu-lagu Pop The Disco yang memang layak untuk di apresiasi karya-karyanya dalam sebuah album. Lagu favorite gw dari Pop The Disco adalah Have Some Fun, sering gw putar lagu ini di youtube tidak pernah bosan mendengarkannya.
Sangat disayangkan ada grup musik sebagus Pop The Disco, tapi nama Pop The Disco belum semua orang mengenalnya. Gw tulis tentang Pop The Disco, karena gw bangga Indonesia masih punya grup musik lokal dengan skill international seperti Pop The Disco. Masih banyak sebenarnya nama-nama musisi lokal skill international yang tidak tercium oleh industri musik lokal. Nanti gw akan mengulik lagi salah satu nama musisi lokal dengan skill international lainnya, yang tidak ada di acara musik pagi. Karena mereka bukan musisi-musisi karbitan.
Untuk lebih jelasnya tentang Pop The Disco, follow twitternya saja langsung @popthedisco.
Maju terus musik Indonesia...!!!
Bangkitlah musisi-musisi perempuan Indonesia...!!!
Banyak musisi-musisi atau grup musik yang punya kualitas tinggi, musisi lokal skill international yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah Pop The Disco. Masih banyak yang belum mengetahui grup musik ini, terutama mereka yang awam tentang perkembangan musik lokal. Karena yang mereka tahu adalah musik atau lagu dari musisi-musisi yang sering seliweran di acara musik pagi, atau lagu dari artis yang sering ada di infotainment dan bikin sensasi.
Dikesempatan kali ini, gw mau mengulik tentang grup musik Pop The Disco, sebuah grup musik yang digawangi oleh Fia Fellow dan Sara Ditaputri. Sebenarnya nama Fia Fellow tidak terlalu asing di telinga gw, apa lagi di industri musik lokal. Fia Fellow seorang penyanyi, gitaris dan pencipta lagu, salah satu lagu karyanya adalah Resah Tanpamu yang dibawakan secara duet oleh Titi Kamal dan Anji mantan vokalis band Drive. Sara Ditaputri, dia seorang bassist yang sudah malang melintang di industri musik lokal.
Meskipun nama Pop The Disco untuk sebagian orang masih terdengar asing dengan nama grup ini, tapi Fia Fellow dan Sara Ditaputri bukanlah orang baru di industri musik lokal. Kemampuan bermusik mereka tidak perlu diragukan lagi, karena semua sudah terbukti dengan eksistensi mereka bermusik dengan membuat sebuah grup musik bernama Pop The Disco.
Ada yang mengenal Pop The Disco awalnya dari sebuah lagu dan video clip "Salam 2 Jari", saat sering diputar ditelevisi waktu pilpres 2014 lalu. Gw sendiri tahu tentang grup musik inipun sama dari lagu tersebut. Meskipun nama Fia Fellow tidak asing buat gw. Dari lagu "Salam 2 Jari" gw mulai mencari tahu tentang Pop The Disco, dari twitter sampai ke youtube dan mesin pencari paling akurat google. Sampai akhirnya gw bisa melihat penampilan Pop The Disco secara langsung dalam sebuah acara musik Sisterhoodgigs session 4 di The Factory Cafe 30 Januari lalu. Itu perdana gw datang ke acara Sisterhoodgigs, juga pertama kali lihat penampilan Pop The Disco secara live.
Jujur gw langsung merasa kagum dengan permainan musik mereka. Karena selama ini gw sulit untuk menerima lagu-lagu baru dari grup musik yang baru lahir di industri musik lokal. Apa lagi grup musik perempuan, yang menurut gw dulu itu cuma untuk gaya dan ingin terkenal dengan modal fisik dari pada skill mereka dalam bermusik, tidak lebih dari itu lalu ditambah banyaknya bermunculan girlband ala K-Pop, yang buat gw jadi mati rasa dengan musik lokal. Tapi Pop The Disco ini beda, mereka memberikan suguhan dari warna musik yang tidak pasaran. Yang gw perhatikan dari perjalanan bermusiknya Pop The Disco, mereka tidak mengejar ketenaran sebagai artis, tapi mereka lebih mengutamakan kualitas dari karya musik yang mereka ciptakan.
Yang gw suka dari Pop The Disco adalah mereka berani membuat musik yang berbeda dari musik yang sedang trend di pasar musik lokal, dan lebih menunjukan kualitas musiknya dari pada kepentingan bisnis musik semata. Mungkin ini berbeda dengan label besar, yang menginginkan musisinya harus bisa membuat lagu sesuai trend pasar musik yang sedang booming. Makanya sekarang banyak musisi-musisi karbitan yang bermunculan di televisi lahir dari label besar, karena ingin terkenal dan menjual idealisme bermusik mereka demi keuntungan materi. Lalu dua atau tiga tahun kemudian musisi-musisi karbitan tersebut pun menghilang.
Pop The Disco real 'Girlband'. Bukan girlband yang nyanyi-nyanyi sambil dance ala K-Pop. Kadang gw bingung dengan pemahaman tentang 'Girlband', kenapa girlband itu identik dengan sekumpulan tiga orang perempuan atau lebih, yang bernyanyi ria sambil menari-nari seperti bintang K-Pop. Harusnya yang seperti itu kan lebih tepat disebut grup vokal, bukan girlband. Kalau yang namanya girlband itu kan dua perempuan atau lebih, yang bernyanyi juga bermain musik (ini menurut persepsi gw ya). Girlband berarti kelompok musik perempuan, beda dengan kelompok vokal perempuan.
Entahlah, gw juga bingung dengan pengertian dan pemahaman dari 'Girlband' itu sendiri. Tapi menurut gw juga dari berbagai sumber media cetak dan online, dan dari orang-orang pemerhati musik profesional, Pop The Disco itu real 'Girlband'. Meskipun masih banyak persepsi lainnya tentang arti 'Girlband' itu seperti apa.
Dari pada pusing memikirkan kata 'Girlband', lebih baik dengar langsung saja lagu-lagu karya Pop The Disco di youtube. Karena dengan begitu, kalian akan tahu betapa bagusnya lagu-lagu Pop The Disco yang memang layak untuk di apresiasi karya-karyanya dalam sebuah album. Lagu favorite gw dari Pop The Disco adalah Have Some Fun, sering gw putar lagu ini di youtube tidak pernah bosan mendengarkannya.
Sangat disayangkan ada grup musik sebagus Pop The Disco, tapi nama Pop The Disco belum semua orang mengenalnya. Gw tulis tentang Pop The Disco, karena gw bangga Indonesia masih punya grup musik lokal dengan skill international seperti Pop The Disco. Masih banyak sebenarnya nama-nama musisi lokal skill international yang tidak tercium oleh industri musik lokal. Nanti gw akan mengulik lagi salah satu nama musisi lokal dengan skill international lainnya, yang tidak ada di acara musik pagi. Karena mereka bukan musisi-musisi karbitan.
Untuk lebih jelasnya tentang Pop The Disco, follow twitternya saja langsung @popthedisco.
Maju terus musik Indonesia...!!!
Bangkitlah musisi-musisi perempuan Indonesia...!!!
Comments
Post a Comment