BERUNTUNGNYA.....(JANGAN MENYERAH)

"Kerjanya di mana, apa yang dikerjakan, gajinya berapa?".
Itu pertanyaan yang hampir setiap hari gw dengar dari bokap dan orang-orang sekitar gw. Mereka bertanya hal yang sama hampir setiap hari, apa tidak merasa bosan dengan pertanyaan tersebut?
Gw saja yang mendengar dan menjawabnya bosan dan selalu ingin muntah mendengar pertanyaan yang sama hampir setiap hari.

Kadang merasa percuma dijelaskan panjang lebar tentang apa yang gw kerjakan saat ini, karena mereka tidak akan mengerti juga tidak akan mudah menerima penjelasan gw. Karena menurut mereka, bekerja itu didalam ruangan pada sebuah perusahaan, setiap pagi hari berangkat ke kantor dan sore hari kembali ke rumah, lalu akhir bulan menerima gaji dan gajinya pun harus jelas.

Ini hal yang sulit dapat dipahami oleh orang-orang disekitar gw, karena mereka terbiasa menggantungkan hidup pada gaji yang diterima dan pada orang lain (Perusahaan).

Gw keluar dari zona aman karena ingin terlepas dari ketergantungan pada perusahaan yang selalu membatasi ruang gerak gw untuk berkarya atau melakukan hal yang gw suka. Gw keluar dari zona aman karena gw lelah dengan berbagai tuduhan perusahaan yang selalu ditujukan pada gw. Gw keluar dari zona aman karena gw bosan terus menjadi orang yang munafik. Gw keluar dari zona aman karena gw lelah selalu menjadi orang yang terhina, setiap hari menerima caci maki, harga diri tidak lagi ternilai. Dan semua yang gw lakukan selalu dianggap salah, tidak pernah ada yang benar sekalipun itu hal yang benar.

Zona aman itu tidak selalu memberikan kenyamanan bagi hidup seseorang, tapi banyak orang yang berpura-pura bahwa mereka baik-baik saja, padahal jiwa mereka terbebani oleh berbagai perintah atasan juga peraturan dan ketakutan jika melakukan kesalahan maka akan dipecat. Hal ini yang harus dipahami, jangan mengandalkan hidup dibawah telunjuk orang. Setinggi apapun jabatan yang kita miliki, selama kita bekerja dengan orang lain dan masih menerima gaji tetap "Kuli".

Gw tahu untuk memulainya lagi, semua tidak mudah, banyak hal yang harus dikorbankan dan terluka. Gw tahu untuk bisa berdiri tegak kembali diatas kaki sendiri, perlu penopang. Tapi gw tidak akan menyerah untuk bisa berdiri sendiri tanpa penopang.

Mereka menilai segala sesuatunya hanya dari besar kecilnya uang yang diterima, tidak pernah menghargai apa yang telah gw lakukan, karena semua yang gw lakukan sekarang adalah untuk mimpi, mimpi yang telah lama terlupakan, cita-cita yang selama ini hanya menggantung saja tanpa gw coba untuk meraihnya. Dan semua yang gw lakukan saat ini adalah untuk hidup gw yang lebih baik, menjadi orang yang lebih berarti untuk orang-orang yang dapat menerima gw apa adanya.

Gw adalah orang yang menghargai proses, apapun yang gw kerjakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal semua ada proses yang harus dilalui, tidak ada yang instan. Dan gw tidak memaksa hal itu, gw bersyukur dari proses itu gw dapat banyak belajar arti kesuksesan dalam hidup yang sesungguhnya. Gw bersyukur bisa menemukan orang-orang yang hebat, yang selama ini menjadi inspirasi gw. Dan gw adalah orang yang beruntung karena gw punya keberanian untuk keluar dari zona aman yang perlahan mematikan jiwa gw sendiri. Terserah orang lain menilai keputusan gw ini salah, terserah orang lain berkata gw ini gila, karena gw merasa ini yang terbaik untuk hidup gw.

Bokap gw bilang kalau gw itu tidak layak bekerja di dunia seni, karena gw tidak ada kemampuan dibidang seni lebih pantas jadi karyawan lagi, jangan banyak bermimpi dan berkhayal, katanya seni akan membuat gw jadi orang bodoh.

Perkataan bokap gw, membuat gw bertanya bagaimana mungkin orangtua menginginkan anaknya untuk terus menjadi orang yang dihina dan lebih suka melihat itu, dibandingkan dengan keinginan anaknya untuk memperjuangkan keadilan hidup dan harga dirinya.
Kok bisa ada orangtua seperti itu?
Apa hanya bokap gw saja, atau semua orangtua seperti itu?
Tidak percaya dengan kemampuan anaknya sendiri.

Gw tahu diri dengan kemampuan yang gw miliki, gw tahu apa yang bisa gw lakukan dengan cinta gw pada seni terutama musik. Mereka menganggap bekerja sebagai seniman yang sukses adalah mendapat pengakuan sebagai artis yang sering tampil di televisi. Menjadi orang depan layar dan terkenal. Dan pekerjaan juga cita-cita gw ini dianggap tidak jelas.

Seni itu luas mencakup berbagai bidang didalamnya dan tidak hanya menjadi orang depan layar saja. Banyak orang yang tidak memahami berbagai bidang seni yang berada dibalik layar. Mereka hanya tertuju pada orang yang berada didepan layar saja.

Sekali lagi, gw adalah orang yang beruntung bisa mengenal dan bisa dekat dengan Kakak Idola. Karena dari Kakak Idola, gw dapat banyak ilmu baru tentang dunia seni musik. Dari Kakak Idola, gw mengerti bahwa banyak potensi yang bisa digali dari musik bukan hanya menjadi orang yang didepan layar saja. Menurut gw, orang-orang yang berada dibalik layar, mereka adalah orang-orang hebat karena bisa menjadikan orang yang didepan layar terlihat begitu luar biasa dan menjadikan sebuah acara menjadi begitu meriah.

Gw bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari balik layar, karena gw bisa belajar semua yang tidak pernah gw dapatkan dari sekolah dan dari perusahaan-perusahaan tempat gw kerja dulu. Gw bersyukur dengan kesempatan ini membuka jalan gw untuk mewujudkan mimpi dan meraih cita-cita gw.

Dari sini gw punya pengalaman baru dan segudang cerita perjuangan yang bisa gw tulis untuk hidup gw dalam sebuah buku impian gw, kelak suatu hari akan gw torehkan cerita itu dalam goresan tinta diselembar kertas putih. Dari sini gw bisa berbagi banyak hal tentang musik pada orang-orang sekitar gw dengan tulisan-tulisan gw pada sebuah blog.

Dan...dari sini gw mulai berani menunjukkan kemampuan gw dalam berkarya meski bukan dalam sebuah lagu. Dari sini gw menemukan jati diri yng sebenarnya, dari sini gw bisa menjadi diri gw sendiri tanpa perlu lagi berpura-pura agar tidak ada orang lain yang dirugikan. Dari sini gw lebih berani lagi membuka diri untuk berbicara dengan orang banyak dan dengan orang-orang baru yang gw temui.

Dan...dari sini gw mengerti seperti apa rasanya berjuang sendiri. Sakit, sedih, susah, dihina, dijauhi tidak ada seorang pun yang memberikan dukungan moril, terpuruk lalu kembali bangkit, semua rasa tidak enak itu telah gw rasa, pahit manisnya hanya gw sendiri, benar-benar hanya sendiri terus berdiri dengan segala kekuatan mimpi yang ada. Karena hanya itu yang gw punya.

Kakak Idola yang telah memberikan banyak dukungan dan semangat untuk gw. Kakak Idola yang telah membuka tangannya untuk menerima gw apa adanya. Kakak Idola yang telah meyakinkan kemampuan yang gw punya. Tanpa Kakak Idola, gw bukan siapa-siapa. Tanpa Kakak Idola, gw tidak punya kesempatan itu. Beruntungnya gw punya Kakak Idola.

Meski banyak kegagalan yang gw alami, tapi gw adalah orang yang beruntung karena bisa merasakan semua itu sebagai masa lalu, masa lalu yang mengajari gw banyak hal juga agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama dikemudian hari.

Dan gw lebih mencintai hidup gw yang sekarang karena lebih memiliki arti tersendiri dalam perjalalanan hidup gw selama ini. Meski masih banyak orang, terutama bokap gw yang sampai saat ini memusuhi gw karena keputusan gw. Tapi gw percaya, gw bisa membuat bokap esok hari akan menjadi bangga dengan keputusan gw dihari yang lalu. Karena yang gw lakukan hasilnya nanti untuk orangtua gw, bukan untuk kepentingan hidup gw sendiri.

Gw adalah orang yang beruntung karena punya kesempatan untuk memulainya lagi dari nol, tidak miliki apa-apa hanya harapan kekuatan mimpi yang gw punya, dan semangat untuk terus belajar hal-hal baru dari Kakak Idola. Dengan Kakak Idola, gw bisa melakukan sesuatu yang berarti, sesuatu yang bisa gw kerjakan dengan kemampuan gw. Ruang gerak yang bebas untuk menunjukkan sesuatu yang gw miliki, yang selama ini tertutup oleh keadaan dan tidak ada keberanian untuk menampakkannya.

Gw adalah orang yang beruntung karena punya Kakak Idola yang hebat...!!!
Gw adalah orang yang beruntung karena punya Kakak Idola yang tidak ada duanya. Dan bisa melihat Kakak Idola bahagia, gw pun bahagia...

Intinya jangan menyerah karena keadaan, jangan takut dengan kegagalan. Tunjukkan kemampuan diri kita pada dunia, biarkan orang yang berkata hina pada kita karena pada waktunya mereka akan lelah dengan perkataannya sendiri.

Comments