Jumat, 11 Desember 2015
Lagi, gue belajar banyak hal. Tujuan gue datang ke Bandung yang pertama adalah untuk Sisterhoodgigs, yang kedua untuk sebuah mimpi dan sejuta ide mau buat ini mau buat itu. Kesepakatan selama di Bandung sudah kita setujui bersama, apa saja yang akan kita kerjakan di sana.
Jumat siang berangkat menuju Bandung menggunakan motor. Perjalanan panjang pun kami mulai. Gue berangkat bareng dengan seorang teman, dia yang mengendarai motor menuju ke Bandung. Banyak kejadian diperjalanan selama kami menuju Bandung. Hampir menabrak mobil saat mau berbelok terjadi beberapa kali, hujan yang tidak kunjung reda membuat jalan yang berliku semakin licin juga berlumpur, mengejar waktu untuk segera sampai pada tujuan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan bermain air hujan.
Pukul 19.15 wib kami sampai di Bandung dengan wajah dan pakaian yang sudah kusut juga basah, namun semua buat gue tidak mengapa karena itu adalah perjuangan gue untuk selalu ada demi Sisterhoodgigs juga untuk ide gila gue demi sebuah mimpi dan keinginan. Rencana pertama gue malam itu berjalan sukses, walaupun kami belum punya banyak pengalaman untuk mengerjakan hal tersebut. Tapi setidaknya malam itu berjalan sesuai dengan harapan gue, meski ada satu yang kurang saat teman gue menjalankan salah satu rencana itu tidak seperti yang sudah gue konsep. Gue masih bisa memakluminya.
Selesai acara malam itu, masih ada beberapa musisi yang menjadi tuan rumah Sisterhoodgigs belum pulang. Bukan SKSD atau apapun itu namanya. Gue coba membaur karena mereka tidak terlalu asing buat gue. Banyak yang kita bicarakan malam itu dari musik, idola dan yang lainnya. Saat berbicara tentang idola, tentu gue dengan bangga bercerita tentang kekaguman gue pada Kakak Idola sampai gue memberikan istilah Kakak Idola itu adalah Ibu Negara Sisterhoodgigs dan wakilnya adalah mama Ichelle. Saking bangganya gue sebagai tERenity meskipun tidak ada komunitas tERenity seperti komunitas fans yang lain, tapi buat gue itu bukan masalah. Seperti yang Kakak Idola bilang "Beda seniman beda habit".
Malam itu entah berapa kali dengan bangga gue bercerita tentang kekaguman gue pada Kakak Idola. Malam itu susana obrolan sangat hangat dan bersahabat meski cuaca Bandung sangat dingin. Kakak Idola gue malam itu memang tidak hadir, jadi pikir gue sambil bercanda anggap saja gue yang mewakili sebagai tERenity, begitu kelakar gue malam itu.
Mungkin orang yang mendengar gue malam itu akan merasa bosan, karena gue hanya bercerita tentang sosok Kakak Idola orang yang sangat gue kagumi. Kebaikan, keramahan, keahliannya dalam bermusik betapa bangganya gue pada Kakak Idola. Sosok idola yang tidak mungkin bisa gue dapatkan dari siapapun. Karena dari Kakak Idola, gue belajar banyak hal, Kakak Idola orang yang sangat baik buat gue.
Sabtu, 12 Desember 2015
Kembali gue menjalani kegiatan di Bandung seperti yang gue rencanakan bersama teman saat awal berangkat dari Jakarta. Rencana pagi ini adalah ke Puncak Bintang untuk beberapa keperluan pengambilan gambar. Namun karena ada beberapa hal yang dipertimbangkan, akhirnya kami menuju kawasan Asia Afrika. Sampai di Asia Afrika, gue segera menyelesaikan segala keperluan untuk pengambilan gambar. Awalnya semua berjalan dengan baik, namun karena ada beberapa kendala semua rencana hari itu tidak berjalan dengan baik, tidak seperti yang gue harapkan.
Sebenarnya hari sabtu itu gue sangat bersemangat untuk mengerjakannya, ditambah dengan support dari Kakak Idola dengan mengirim link youtube sesuai seperti apa yang sedang gue kerjakan. Tapi memang hari sabtu tidak begitu baik buat gue, hasilnya jauh dari yang gue harapkan. Dalam hati gue merasa down, gue pengen nangis tapi tidak mungkin. Di kota ini gue merasa sendiri, yang gue ingat saat itu adalah semua hal yang pernah diajarkan Kakak Idola sama gue. Gue pengen cerita banyak tentang hal ini sama Kakak Idola, itu yang ada dalam benak gue. Semua yang dikatakan Kakak Idola, hari itu gue merasakan semua kebenarannya. Oke, gue memang keras kepala. Hari sabtu itu gue cuma bisa mencaci diri gue sendiri.
Memang awalnya gue di Bandung sampai hari minggu. Tadinya hari sabtu itu gue berencana untuk menyelesaikan semua yang sudah gue konsep. Tapi rencana tinggal rencana, yang awalnya gue berencana pulang ke Tangerang hari minggu pagi dari Bandung akhirnya gue memutuskan pulang hari sabtu siang. Karena teman gue sampai di Bandung menyusun rencana hari minggu untuk pergi menikmati alam Bandung bersama idolanya juga bersama komunitas fans idolanya. Selain itu kebetulan idola teman gue hari sabtu malam itu ada acara di Jakarta, dan teman gue diajak untuk melihat penampilan mereka di Jakarta. Jadi rencana gue untuk menyelesaikan rencana hari sabtu itu semua benar-benar berantakan. Ya sudah, akhirnya sekalian saja gue ikut sampai Jakarta. Kalau teman gue setelah itu balik ke Bandung, sedangkan gue sampai di Jakarta memutuskan untuk pulang ke Tangerang. Ditambah ayah sudah menelpon gue untuk segera pulang.
Selama perjalanan Bandung - Jakarta
Sebelumnya gue tidak pernah bermimpi untuk bisa satu mobil dengan musisi idola teman gue. Jadi kesempatan yang ada gue manfaatkan dengan baik, bertanya tentang musik dan awal mereka merintis karir di musik. Ditengah obrolan mereka bertanya tentang gue sebagai tERenity, sejak kapan menjadi tERenity. Gue jawab dengan apa adanya dan yang sebenarnya. Termasuk tentang pertanyaan komunitas tERenity.
Kakak Idola gue sekarang bermusik dengan Sisterhoodgigs, jadi gue fokus mebantu mengurus Sisterhoodgigs dengan kemampuan yang gue punya sebagai bentuk support gue untuk Kakak Idola. Gue jawab pertanyaan mereka apa adanya, seperti yang Kakak Idola bilang "lebih baik punya fans yang jumlahnya sedikit tapi mengenal semuanya dengan baik, dari pada punya jumlah followers fans yang banyak tapi tidak mengenalnya satu per satu". Tapi bukan berarti Kakak Idola gue tidak menghargai dengan orang-orang yang menyukai karyanya. Kakak Idola gue selalu "welcome" dengan siapapun orang yang menyukai karyanya dan sangat menghargai orang yang datang mengaku sebagai "fans". Dengan ramah Kakak Idola gue selalu meluangkan waktunya untuk diminta foto bareng ataupun saat ditanya Kakak Idola gue selalu menjawab pertanyaan tersebut dengan ramah. Gue memang punya rencana untuk menghidupkan kembali tERenity untuk support Kakak Idola, walaupun belum dapat ijin dari Kakak Idola, bukan berarti Kakak Idola gue tidak menghargai orang-orang yang melakukan sesuatu sebagai bentuk cinta pada karyanya.
Gue saat ini memang sendiri sebagai tERenity yang terlihat ada, tapi semangat dan support gue untuk Kakak Idola itu sama dengan sejuta tERenity. Mungkin mereka tertawa kecut dan mengangap Kakak Idola gue tidak peduli dengan ketenarannya. Yang gue lihat sendiri setelah mengikuti Kakak Idola gue sepanjang tahun 2015 ini adalah Kakak Idola gue tidak merasa dirinya artis yang terkenal dan ingin selalu tersohor, Kakak Idola gue orang yang sangat rendah hati dan tidak sombong, selalu ramah dengan siapapun, tidak membedakan dan tidak pernah ada jarak antara fans dan idola. Masalah terkenal atau tersohor gue rasa bukan persoalan buat Kakak Idola gue. Bukan karena Kakak Idola gue itu seniman besar yang sudah senior yang tidak peduli dengan ketenarannya lagi, tapi semua itu dibuktikan Kakak Idola gue dengan karyanya di musik melalui adanya Sisterhoodgigs. Bukan dari jumlah followers fans yang banyak.
Gue semakin bangga dan kagum dengan Kakak Idola. Jujur, semakin gue mengenal Kakak Idola dengan baik, tidak hanya support yang selalu gue berikan untuk Kakak Idola, tapi gue menyayangi Kakak Idola yang buat gue bukan sekedar Idola. Itu alasan gue menyebutnya Kakak Idola. Gue bahagia melihat Kakak Idola gue sekarang bahagia dengan Sisterhoodgigs dan kehidupannya yang sekarang. Tapi gue marah kalau ada orang yang bully Kakak Idola gue. Karena mereka tidak tau apa saja yang sudah Kakak Idola gue sudah lewati. Banyak hal yang sudah Kakak Idola berikan untuk gue, agar hidup gue lebih terarah lagi dan bisa bermanfaat juga dapat mewujudkan mimpi juga cita-cita gue.
Apapun yang akan terjadi, gue akan selalu support dan selalu ada untuk Kakak Idola gue. Walaupun gue hanya sendiri berdiri sebagai tERenity itu bukan masalah, karena beliau bukan hanya idola gue, tapi beliau adalah Kakak Idola gue. Lepas dari semua itu, terimakasih Kakak-Kakak musisi idola teman gue yang sudah memberikan tumpangan untuk gue sampai Jakarta. Terus bermusik dan membuat karya untuk fans kalian, semoga tambah sukses.
Dan sekarang gue lebih mengerti kata-kata Kakak Idola "Beda Seniman Beda Habit. Ikuti yang membuat kamu nyaman". Gue nyaman dengan Kakak Idola, dan itu yang akan gue ikuti.
Lagi, gue belajar banyak hal. Tujuan gue datang ke Bandung yang pertama adalah untuk Sisterhoodgigs, yang kedua untuk sebuah mimpi dan sejuta ide mau buat ini mau buat itu. Kesepakatan selama di Bandung sudah kita setujui bersama, apa saja yang akan kita kerjakan di sana.
Jumat siang berangkat menuju Bandung menggunakan motor. Perjalanan panjang pun kami mulai. Gue berangkat bareng dengan seorang teman, dia yang mengendarai motor menuju ke Bandung. Banyak kejadian diperjalanan selama kami menuju Bandung. Hampir menabrak mobil saat mau berbelok terjadi beberapa kali, hujan yang tidak kunjung reda membuat jalan yang berliku semakin licin juga berlumpur, mengejar waktu untuk segera sampai pada tujuan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan bermain air hujan.
Pukul 19.15 wib kami sampai di Bandung dengan wajah dan pakaian yang sudah kusut juga basah, namun semua buat gue tidak mengapa karena itu adalah perjuangan gue untuk selalu ada demi Sisterhoodgigs juga untuk ide gila gue demi sebuah mimpi dan keinginan. Rencana pertama gue malam itu berjalan sukses, walaupun kami belum punya banyak pengalaman untuk mengerjakan hal tersebut. Tapi setidaknya malam itu berjalan sesuai dengan harapan gue, meski ada satu yang kurang saat teman gue menjalankan salah satu rencana itu tidak seperti yang sudah gue konsep. Gue masih bisa memakluminya.
Selesai acara malam itu, masih ada beberapa musisi yang menjadi tuan rumah Sisterhoodgigs belum pulang. Bukan SKSD atau apapun itu namanya. Gue coba membaur karena mereka tidak terlalu asing buat gue. Banyak yang kita bicarakan malam itu dari musik, idola dan yang lainnya. Saat berbicara tentang idola, tentu gue dengan bangga bercerita tentang kekaguman gue pada Kakak Idola sampai gue memberikan istilah Kakak Idola itu adalah Ibu Negara Sisterhoodgigs dan wakilnya adalah mama Ichelle. Saking bangganya gue sebagai tERenity meskipun tidak ada komunitas tERenity seperti komunitas fans yang lain, tapi buat gue itu bukan masalah. Seperti yang Kakak Idola bilang "Beda seniman beda habit".
Malam itu entah berapa kali dengan bangga gue bercerita tentang kekaguman gue pada Kakak Idola. Malam itu susana obrolan sangat hangat dan bersahabat meski cuaca Bandung sangat dingin. Kakak Idola gue malam itu memang tidak hadir, jadi pikir gue sambil bercanda anggap saja gue yang mewakili sebagai tERenity, begitu kelakar gue malam itu.
Mungkin orang yang mendengar gue malam itu akan merasa bosan, karena gue hanya bercerita tentang sosok Kakak Idola orang yang sangat gue kagumi. Kebaikan, keramahan, keahliannya dalam bermusik betapa bangganya gue pada Kakak Idola. Sosok idola yang tidak mungkin bisa gue dapatkan dari siapapun. Karena dari Kakak Idola, gue belajar banyak hal, Kakak Idola orang yang sangat baik buat gue.
Sabtu, 12 Desember 2015
Kembali gue menjalani kegiatan di Bandung seperti yang gue rencanakan bersama teman saat awal berangkat dari Jakarta. Rencana pagi ini adalah ke Puncak Bintang untuk beberapa keperluan pengambilan gambar. Namun karena ada beberapa hal yang dipertimbangkan, akhirnya kami menuju kawasan Asia Afrika. Sampai di Asia Afrika, gue segera menyelesaikan segala keperluan untuk pengambilan gambar. Awalnya semua berjalan dengan baik, namun karena ada beberapa kendala semua rencana hari itu tidak berjalan dengan baik, tidak seperti yang gue harapkan.
Sebenarnya hari sabtu itu gue sangat bersemangat untuk mengerjakannya, ditambah dengan support dari Kakak Idola dengan mengirim link youtube sesuai seperti apa yang sedang gue kerjakan. Tapi memang hari sabtu tidak begitu baik buat gue, hasilnya jauh dari yang gue harapkan. Dalam hati gue merasa down, gue pengen nangis tapi tidak mungkin. Di kota ini gue merasa sendiri, yang gue ingat saat itu adalah semua hal yang pernah diajarkan Kakak Idola sama gue. Gue pengen cerita banyak tentang hal ini sama Kakak Idola, itu yang ada dalam benak gue. Semua yang dikatakan Kakak Idola, hari itu gue merasakan semua kebenarannya. Oke, gue memang keras kepala. Hari sabtu itu gue cuma bisa mencaci diri gue sendiri.
Memang awalnya gue di Bandung sampai hari minggu. Tadinya hari sabtu itu gue berencana untuk menyelesaikan semua yang sudah gue konsep. Tapi rencana tinggal rencana, yang awalnya gue berencana pulang ke Tangerang hari minggu pagi dari Bandung akhirnya gue memutuskan pulang hari sabtu siang. Karena teman gue sampai di Bandung menyusun rencana hari minggu untuk pergi menikmati alam Bandung bersama idolanya juga bersama komunitas fans idolanya. Selain itu kebetulan idola teman gue hari sabtu malam itu ada acara di Jakarta, dan teman gue diajak untuk melihat penampilan mereka di Jakarta. Jadi rencana gue untuk menyelesaikan rencana hari sabtu itu semua benar-benar berantakan. Ya sudah, akhirnya sekalian saja gue ikut sampai Jakarta. Kalau teman gue setelah itu balik ke Bandung, sedangkan gue sampai di Jakarta memutuskan untuk pulang ke Tangerang. Ditambah ayah sudah menelpon gue untuk segera pulang.
Selama perjalanan Bandung - Jakarta
Sebelumnya gue tidak pernah bermimpi untuk bisa satu mobil dengan musisi idola teman gue. Jadi kesempatan yang ada gue manfaatkan dengan baik, bertanya tentang musik dan awal mereka merintis karir di musik. Ditengah obrolan mereka bertanya tentang gue sebagai tERenity, sejak kapan menjadi tERenity. Gue jawab dengan apa adanya dan yang sebenarnya. Termasuk tentang pertanyaan komunitas tERenity.
Kakak Idola gue sekarang bermusik dengan Sisterhoodgigs, jadi gue fokus mebantu mengurus Sisterhoodgigs dengan kemampuan yang gue punya sebagai bentuk support gue untuk Kakak Idola. Gue jawab pertanyaan mereka apa adanya, seperti yang Kakak Idola bilang "lebih baik punya fans yang jumlahnya sedikit tapi mengenal semuanya dengan baik, dari pada punya jumlah followers fans yang banyak tapi tidak mengenalnya satu per satu". Tapi bukan berarti Kakak Idola gue tidak menghargai dengan orang-orang yang menyukai karyanya. Kakak Idola gue selalu "welcome" dengan siapapun orang yang menyukai karyanya dan sangat menghargai orang yang datang mengaku sebagai "fans". Dengan ramah Kakak Idola gue selalu meluangkan waktunya untuk diminta foto bareng ataupun saat ditanya Kakak Idola gue selalu menjawab pertanyaan tersebut dengan ramah. Gue memang punya rencana untuk menghidupkan kembali tERenity untuk support Kakak Idola, walaupun belum dapat ijin dari Kakak Idola, bukan berarti Kakak Idola gue tidak menghargai orang-orang yang melakukan sesuatu sebagai bentuk cinta pada karyanya.
Gue saat ini memang sendiri sebagai tERenity yang terlihat ada, tapi semangat dan support gue untuk Kakak Idola itu sama dengan sejuta tERenity. Mungkin mereka tertawa kecut dan mengangap Kakak Idola gue tidak peduli dengan ketenarannya. Yang gue lihat sendiri setelah mengikuti Kakak Idola gue sepanjang tahun 2015 ini adalah Kakak Idola gue tidak merasa dirinya artis yang terkenal dan ingin selalu tersohor, Kakak Idola gue orang yang sangat rendah hati dan tidak sombong, selalu ramah dengan siapapun, tidak membedakan dan tidak pernah ada jarak antara fans dan idola. Masalah terkenal atau tersohor gue rasa bukan persoalan buat Kakak Idola gue. Bukan karena Kakak Idola gue itu seniman besar yang sudah senior yang tidak peduli dengan ketenarannya lagi, tapi semua itu dibuktikan Kakak Idola gue dengan karyanya di musik melalui adanya Sisterhoodgigs. Bukan dari jumlah followers fans yang banyak.
Gue semakin bangga dan kagum dengan Kakak Idola. Jujur, semakin gue mengenal Kakak Idola dengan baik, tidak hanya support yang selalu gue berikan untuk Kakak Idola, tapi gue menyayangi Kakak Idola yang buat gue bukan sekedar Idola. Itu alasan gue menyebutnya Kakak Idola. Gue bahagia melihat Kakak Idola gue sekarang bahagia dengan Sisterhoodgigs dan kehidupannya yang sekarang. Tapi gue marah kalau ada orang yang bully Kakak Idola gue. Karena mereka tidak tau apa saja yang sudah Kakak Idola gue sudah lewati. Banyak hal yang sudah Kakak Idola berikan untuk gue, agar hidup gue lebih terarah lagi dan bisa bermanfaat juga dapat mewujudkan mimpi juga cita-cita gue.
Apapun yang akan terjadi, gue akan selalu support dan selalu ada untuk Kakak Idola gue. Walaupun gue hanya sendiri berdiri sebagai tERenity itu bukan masalah, karena beliau bukan hanya idola gue, tapi beliau adalah Kakak Idola gue. Lepas dari semua itu, terimakasih Kakak-Kakak musisi idola teman gue yang sudah memberikan tumpangan untuk gue sampai Jakarta. Terus bermusik dan membuat karya untuk fans kalian, semoga tambah sukses.
Dan sekarang gue lebih mengerti kata-kata Kakak Idola "Beda Seniman Beda Habit. Ikuti yang membuat kamu nyaman". Gue nyaman dengan Kakak Idola, dan itu yang akan gue ikuti.
Comments
Post a Comment