Banyak hal yang ingin gue tulis dan gue bagi di sini. Pelajaran hidup dan pengalaman baru yang gue miliki sepanjang tahun 2015 ini, mengajari gue banyak hal dan membuka mata hati dan pikiran gue.
Sebelumnya gue tidak pernah menyangka bahwa gue mampu melangkah sejauh ini, bahwa gue mampu keluar dari zona aman dengan segenap sisa keberanian yang gue miliki. Dari semua masalah yang ada, gue bertahan untuk memperjuangkan mimpi dan cita-cita gue. Entah gue harus bahagia atau bersedih, karena di tahun 2015 semua masalah yang ada begitu sempurna tapi gue tetap coba untuk selalu barsyukur.
Tahun ini gue benar-benar belajar banyak hal, tidak hanya tentang kehidupan tapi juga sebuah team work, menggali potensi dalam diri dan terus melatih kemampuan yang ada, juga bagaimana memperjuangkan sebuah kejujuran, baik jujur pada diri sendiri maupun jujur pada lingkungan sekitar dan memperjuangkan mimpi juga cita-cita. Sebenarnya masih banyak pengalaman dan pelajaran baru yang gue dapatkan sepanjang tahun 2015 ini.
Akhir juni 2015 lalu gue memutuskan mengundurkan diri dari salah satu perusahaan di daerah Daan Mogot. Karena gue tidak mendapatkan apa yang gue cari, mereka tidak tau bagaimana cara menghargai orang lain dan hasil kerjanya. Setiap hari gue dicaci maki, setiap hari selalu saja mencari kesalahan yang ada pada gue, menuduh gue begini dan begitu, membuat gue semakin ingin muntah melihat tingkah mereka. Dan kejadian seperti ini membuat gue menjadi trauma untuk bekerja di perusahaan lagi.
Sudah hampir satu tahun gue mengikuti Sisterhoodgigs, tepatnya sejak Sisterhoodgigs session 4 pada tanggal 30 januari lalu. Dan itu pertama kali gue datang untuk bertemu Kakak Idola gue di The Factory Cafe. Pertama kali bertemu Kakak Idola, perasaan bahagia gue tidak bisa dilukiskan oleh apapun. Sejak belasan tahun lalu gue mulai mengagumi beliau dan baru bisa bertemu pada hari itu. Jujur, setelah bertemu dan foto bareng Kakak Idola untuk pertama kali, gue tidak pernah berehenti melihat foto tersebut hingga satu minggu. Gue terus pandangi foto tersebut, masih antara percaya dan tidak percaya bahwa ini adalah kenyataan. Karena selama ini, sebelumnya gue selalu bertemu Kakak Idola gue hanya dalam mimpi saja.
Sejak saat itu gue semakin rajin datang ke Sisterhoodgigs untuk Kakak Idola gue, meski sekedar bertemu dan melihatnya sebentar saja. Tapi sekarang, semua berbeda. Sudah enam bulan terakhir ini, sejak gue berhenti bekerja, gue mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari Sisterhoodgigs Family. Dan di sini gue memulai hidup yang baru. Dengan adanya Sisterhoodgigs, gue seperti hidup kembali menemukan dunia gue dan memiliki kesempatan yang kedua juga harapan baru.
Selama enam bulan ini, gue juga benar-benar lebih banyak belajar dari Kakak Idola gue. Dari Kakak Idola, gue mendapatkan ilmu baru yang tidak pernah gue dapatkan. Gue merasakan hidup gue kembali berguna. Semenjak usaha ayah benar-benar gulung tikar pada bulan agustus lalu, keluarga gue menganggap gue tidak berguna. Dan mereka terus menghina yang gue kerjakan saat ini, mereka bilang pekerjaan gue tidak punya harapan untuk masa depan, pekerjaan seperti ini hanya pantas dikerjakan oleh anak yang masih sekolah SMA atau baru lulus sekolah SMA. Mereka terus mencibir gue seperti itu hingga membuat gue semakin terasing selama empat bulan ini, gue dipandang sebelah mata karena tidak memiliki penghasilan tetap tiap bulannya dan tidak berbeda jauh dengan seorang pengangguran.
Gue memang memutuskan untuk tidak bekerja lagi pada perusahaan manapun, bukan berarti tidak ada yang gue kerjakan. Selain trauma, gue memang tidak mau terikat waktu oleh perusahaan manapun. Karena gue sudah berkomitmen, apapun yang terjadi fokus utama gue adalah membantu dan mensupport Kakak Idola dalam segala hal juga untuk membesarkan Sisterhoodgigs. Jika ada pekerjaan yang menurut gue tidak mengganggu fokus utama gue tersebut, gue akan ambil meski hasilnya tidak seperti yang gue dapatkan saat masih terima gaji.
Tapi, sayangnya keluarga gue tidak mengerti hal ini. Menurut mereka, orang yang terima gaji adalah yang punya masa depan. Sampai detik ini, mereka terus mencaci gue karena pilihan gue. Entah harus berapa kali gue jelaskan, bahwa bekerja dibidang yang berhubungan dengan musik adalah cita-cita gue sejak masih sekolah. Selama ini gue mengalah, memendam cita-cita gue selama sembilan tahun demi dapat memenuhi keinginan orangtua dan kewajiban gue sebagai anak. Mereka selalu membicarakan hal ini katanya demi kebahagiaan gue, kalau memang mereka ingin gue bahagia, maka biarkan gue tetap hidup dalam dunia gue kerena itu yang membuat gue bahagia.
Dari Sisterhoodgigs, gue bisa bertemu Kakak Idola gue dan musisi-musisi perempuan lainnya yang punya latar belakang yang berbeda-beda. Dari sekian banyak yang telah diajarkan Kakak Idola, gue merasakan menjadi lebih percaya diri, berani menjadi diri sendiri, menemukan jati diri gue, lebih berani untuk membaur dengan orang-orang yang baru gue kenal karena selama ini gue sulit untuk beradaptasi dengan orang-orang yang baru gue kenal atau lingkungan baru.
Tahun 2015 ini entah berkah atau kutukan buat gue, gue tidak tau. Yang gue tau, tahun ini gue menemukan banyak kebahagiaan sejak adanya Sisterhoodgigs, meski pilihan hidup gue ini menjadi bahan cemooh keluarga gue. Mau jadi apa hidup gue, gue yang menjalaninya, gue tau apa yang gue cari dan menjadi tujuan hidup gue. Meski selama empat bulan terakhir, gue mengalami saat dimana gue tidak memiliki uang sepeserpun dan mereka mentertawakan keadaan gue. Termasuk saat gue menulis ini, gue baru saja ditertawakan oleh keluarga gue. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh dan berbagi, tapi kenapa saling menjatuhkan?
Kakak Idola pernah bilang seperti ini "Kamu harus tau seperti apa rasanya berjuang sendiri, ketika kamu berjuang bersama semua akan terasa mudah". Iya, kira-kira seperti itu kata-katanya. Dan gue mengerti sekarang, bahwa untuk mewujudkan segala sesuatu itu tidak semudah yang gue pikir seperti membalikan telapak tangan. Dan untuk mewujudkan mimpi, gue harus berjuang. Gue percaya tidak ada yang tidak mungkin, jika diperjuangkan.
Iya, gue akan selalu memperjuangkan mimpi dan cita-cita gue apapun rintangannya. Meski gue sudah tertinggal jauh oleh waktu, tapi tidak ada kata terlambat untuk mengejarnya. Dan gue akan terus belajar dan memperbarui hidup gue dengan ilmu-ilmu baru. Dan gue siap menjadi gelas kosong seperti yang Kakak Idola gue katakan "kalau mau belajar, harus menjadi gelas kosong yang siap menampung berbagai isi".
Sekalipun tidak ada satu dari keluarga gue yang menerima keputusan gue ini, gue tidak akan menyerah dan tidak akan kalah ataupun takut pada keadaan lagi. Karena menyerah bukan pilihan, menyerah akan membuat gue benar-benar menjadi manusia yang gagal. Dan gue akan buktikan dengan keberhasilan gue di tahun 2016.
Gue berharap semoga 2016, gue bisa lebih sering bertemu Kakak Idola gue tidak satu bulan sekali untuk Sisterhoodggigs, tapi untuk hal lain yang mungkin bisa gue lakukan untuk Kakak Idola di luar Sisterhoodgigs. Karena gue sungguh-sungguh ingin belajar banyak hal dari Kakak Idola gue, dan gue pun ingin sekali bisa membantu Kakak Idola dalam segala hal, agar Kakak Idola gue tidak kelelahan seperti malam itu. Dan gue ingin menjadi orang yang berguna, setidaknya untuk Kakak Idola, gue bisa berguna karena selama ini gue dianggap tidak berguna oleh keluarga gue.
Gue sadar, selama enam bulan terakhir ini gue tidak punya penghasilan tetap yang bisa membantu keadaan ekonomi keluarga. Gue tidak berharap untuk menjadi yang terbaik, setidaknya 2016 gue bisa menjadi manusia yang lebih baik. Gue memang anak yang biasa saja tidak memiliki keistimewaan apapun, tapi gue berjanji pada diri gue sendiri untuk selalu berusaha tidak mengecewakan siapapun. Gue tanpa Kakak Idola bukan siapa-siapa, gue tanpa Kakak Idola tidak mungkin bisa berada pada titik ini. Kakak Idola juga yang menyadarkan gue akan banyak hal tentang kemampuan dalam diri gue, Kakak Idola gue yang selalu percaya itu disaat semua orang mentertawakan mimpi dan cita-cita gue. Dan lebih dari itu, Kakak Idola gue adalah orang yang sangat baik, beliau menerima gue apa adanya. Gue nyaman bisa mengikuti Kakak Idola.
Semoga Kakak Idola gue di sana selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang, selalu bahagia di manapun berada karena Kakak Idola gue orang yang sangat baik.
Dan semoga 2016 semua ilmu yang sudah diajarkan Kakak Idola untuk gue, dapat gue terapkan dan gue bisa menjadi mandiri tidak selalu teriak "Kakak, ini bagaimana" dan tidak panik saat mengerjakan sendiri yang menyebabkan gue menjadi pelupa hahaha...Dan gue harus bisa menghilangkan beberapa sikap gue yang terkadang seperti anak kecil.
*Meskipun kadang Kiki sering bandel, buat Kakak marah, jangan bosan mengajarkan Kiki banyak hal ya Kak...^_^
Ini coretan gue sepanjang tahun 2015. Untuk teman-teman di luar sana, terus berjuang wujudkan mimpi dan cita-cita kalian, jangan takut kalah dengan keadaan. Dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin jika diperjuangkan. Semangat dan terus berjuang untuk kebahagiaan kalian, tidak peduli orang lain berkata apa, tetap lanjutkan langkah kalian. Ingat, menyerah bukan pilihan tapi menyerah membuat kalian menjadi manusia yang gagal seutuhnya.
Selamat datang 2016...
Sebelumnya gue tidak pernah menyangka bahwa gue mampu melangkah sejauh ini, bahwa gue mampu keluar dari zona aman dengan segenap sisa keberanian yang gue miliki. Dari semua masalah yang ada, gue bertahan untuk memperjuangkan mimpi dan cita-cita gue. Entah gue harus bahagia atau bersedih, karena di tahun 2015 semua masalah yang ada begitu sempurna tapi gue tetap coba untuk selalu barsyukur.
Tahun ini gue benar-benar belajar banyak hal, tidak hanya tentang kehidupan tapi juga sebuah team work, menggali potensi dalam diri dan terus melatih kemampuan yang ada, juga bagaimana memperjuangkan sebuah kejujuran, baik jujur pada diri sendiri maupun jujur pada lingkungan sekitar dan memperjuangkan mimpi juga cita-cita. Sebenarnya masih banyak pengalaman dan pelajaran baru yang gue dapatkan sepanjang tahun 2015 ini.
Akhir juni 2015 lalu gue memutuskan mengundurkan diri dari salah satu perusahaan di daerah Daan Mogot. Karena gue tidak mendapatkan apa yang gue cari, mereka tidak tau bagaimana cara menghargai orang lain dan hasil kerjanya. Setiap hari gue dicaci maki, setiap hari selalu saja mencari kesalahan yang ada pada gue, menuduh gue begini dan begitu, membuat gue semakin ingin muntah melihat tingkah mereka. Dan kejadian seperti ini membuat gue menjadi trauma untuk bekerja di perusahaan lagi.
Sudah hampir satu tahun gue mengikuti Sisterhoodgigs, tepatnya sejak Sisterhoodgigs session 4 pada tanggal 30 januari lalu. Dan itu pertama kali gue datang untuk bertemu Kakak Idola gue di The Factory Cafe. Pertama kali bertemu Kakak Idola, perasaan bahagia gue tidak bisa dilukiskan oleh apapun. Sejak belasan tahun lalu gue mulai mengagumi beliau dan baru bisa bertemu pada hari itu. Jujur, setelah bertemu dan foto bareng Kakak Idola untuk pertama kali, gue tidak pernah berehenti melihat foto tersebut hingga satu minggu. Gue terus pandangi foto tersebut, masih antara percaya dan tidak percaya bahwa ini adalah kenyataan. Karena selama ini, sebelumnya gue selalu bertemu Kakak Idola gue hanya dalam mimpi saja.
Sejak saat itu gue semakin rajin datang ke Sisterhoodgigs untuk Kakak Idola gue, meski sekedar bertemu dan melihatnya sebentar saja. Tapi sekarang, semua berbeda. Sudah enam bulan terakhir ini, sejak gue berhenti bekerja, gue mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari Sisterhoodgigs Family. Dan di sini gue memulai hidup yang baru. Dengan adanya Sisterhoodgigs, gue seperti hidup kembali menemukan dunia gue dan memiliki kesempatan yang kedua juga harapan baru.
Selama enam bulan ini, gue juga benar-benar lebih banyak belajar dari Kakak Idola gue. Dari Kakak Idola, gue mendapatkan ilmu baru yang tidak pernah gue dapatkan. Gue merasakan hidup gue kembali berguna. Semenjak usaha ayah benar-benar gulung tikar pada bulan agustus lalu, keluarga gue menganggap gue tidak berguna. Dan mereka terus menghina yang gue kerjakan saat ini, mereka bilang pekerjaan gue tidak punya harapan untuk masa depan, pekerjaan seperti ini hanya pantas dikerjakan oleh anak yang masih sekolah SMA atau baru lulus sekolah SMA. Mereka terus mencibir gue seperti itu hingga membuat gue semakin terasing selama empat bulan ini, gue dipandang sebelah mata karena tidak memiliki penghasilan tetap tiap bulannya dan tidak berbeda jauh dengan seorang pengangguran.
Gue memang memutuskan untuk tidak bekerja lagi pada perusahaan manapun, bukan berarti tidak ada yang gue kerjakan. Selain trauma, gue memang tidak mau terikat waktu oleh perusahaan manapun. Karena gue sudah berkomitmen, apapun yang terjadi fokus utama gue adalah membantu dan mensupport Kakak Idola dalam segala hal juga untuk membesarkan Sisterhoodgigs. Jika ada pekerjaan yang menurut gue tidak mengganggu fokus utama gue tersebut, gue akan ambil meski hasilnya tidak seperti yang gue dapatkan saat masih terima gaji.
Tapi, sayangnya keluarga gue tidak mengerti hal ini. Menurut mereka, orang yang terima gaji adalah yang punya masa depan. Sampai detik ini, mereka terus mencaci gue karena pilihan gue. Entah harus berapa kali gue jelaskan, bahwa bekerja dibidang yang berhubungan dengan musik adalah cita-cita gue sejak masih sekolah. Selama ini gue mengalah, memendam cita-cita gue selama sembilan tahun demi dapat memenuhi keinginan orangtua dan kewajiban gue sebagai anak. Mereka selalu membicarakan hal ini katanya demi kebahagiaan gue, kalau memang mereka ingin gue bahagia, maka biarkan gue tetap hidup dalam dunia gue kerena itu yang membuat gue bahagia.
Dari Sisterhoodgigs, gue bisa bertemu Kakak Idola gue dan musisi-musisi perempuan lainnya yang punya latar belakang yang berbeda-beda. Dari sekian banyak yang telah diajarkan Kakak Idola, gue merasakan menjadi lebih percaya diri, berani menjadi diri sendiri, menemukan jati diri gue, lebih berani untuk membaur dengan orang-orang yang baru gue kenal karena selama ini gue sulit untuk beradaptasi dengan orang-orang yang baru gue kenal atau lingkungan baru.
Tahun 2015 ini entah berkah atau kutukan buat gue, gue tidak tau. Yang gue tau, tahun ini gue menemukan banyak kebahagiaan sejak adanya Sisterhoodgigs, meski pilihan hidup gue ini menjadi bahan cemooh keluarga gue. Mau jadi apa hidup gue, gue yang menjalaninya, gue tau apa yang gue cari dan menjadi tujuan hidup gue. Meski selama empat bulan terakhir, gue mengalami saat dimana gue tidak memiliki uang sepeserpun dan mereka mentertawakan keadaan gue. Termasuk saat gue menulis ini, gue baru saja ditertawakan oleh keluarga gue. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh dan berbagi, tapi kenapa saling menjatuhkan?
Kakak Idola pernah bilang seperti ini "Kamu harus tau seperti apa rasanya berjuang sendiri, ketika kamu berjuang bersama semua akan terasa mudah". Iya, kira-kira seperti itu kata-katanya. Dan gue mengerti sekarang, bahwa untuk mewujudkan segala sesuatu itu tidak semudah yang gue pikir seperti membalikan telapak tangan. Dan untuk mewujudkan mimpi, gue harus berjuang. Gue percaya tidak ada yang tidak mungkin, jika diperjuangkan.
Iya, gue akan selalu memperjuangkan mimpi dan cita-cita gue apapun rintangannya. Meski gue sudah tertinggal jauh oleh waktu, tapi tidak ada kata terlambat untuk mengejarnya. Dan gue akan terus belajar dan memperbarui hidup gue dengan ilmu-ilmu baru. Dan gue siap menjadi gelas kosong seperti yang Kakak Idola gue katakan "kalau mau belajar, harus menjadi gelas kosong yang siap menampung berbagai isi".
Sekalipun tidak ada satu dari keluarga gue yang menerima keputusan gue ini, gue tidak akan menyerah dan tidak akan kalah ataupun takut pada keadaan lagi. Karena menyerah bukan pilihan, menyerah akan membuat gue benar-benar menjadi manusia yang gagal. Dan gue akan buktikan dengan keberhasilan gue di tahun 2016.
Gue berharap semoga 2016, gue bisa lebih sering bertemu Kakak Idola gue tidak satu bulan sekali untuk Sisterhoodggigs, tapi untuk hal lain yang mungkin bisa gue lakukan untuk Kakak Idola di luar Sisterhoodgigs. Karena gue sungguh-sungguh ingin belajar banyak hal dari Kakak Idola gue, dan gue pun ingin sekali bisa membantu Kakak Idola dalam segala hal, agar Kakak Idola gue tidak kelelahan seperti malam itu. Dan gue ingin menjadi orang yang berguna, setidaknya untuk Kakak Idola, gue bisa berguna karena selama ini gue dianggap tidak berguna oleh keluarga gue.
Gue sadar, selama enam bulan terakhir ini gue tidak punya penghasilan tetap yang bisa membantu keadaan ekonomi keluarga. Gue tidak berharap untuk menjadi yang terbaik, setidaknya 2016 gue bisa menjadi manusia yang lebih baik. Gue memang anak yang biasa saja tidak memiliki keistimewaan apapun, tapi gue berjanji pada diri gue sendiri untuk selalu berusaha tidak mengecewakan siapapun. Gue tanpa Kakak Idola bukan siapa-siapa, gue tanpa Kakak Idola tidak mungkin bisa berada pada titik ini. Kakak Idola juga yang menyadarkan gue akan banyak hal tentang kemampuan dalam diri gue, Kakak Idola gue yang selalu percaya itu disaat semua orang mentertawakan mimpi dan cita-cita gue. Dan lebih dari itu, Kakak Idola gue adalah orang yang sangat baik, beliau menerima gue apa adanya. Gue nyaman bisa mengikuti Kakak Idola.
Semoga Kakak Idola gue di sana selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang, selalu bahagia di manapun berada karena Kakak Idola gue orang yang sangat baik.
Dan semoga 2016 semua ilmu yang sudah diajarkan Kakak Idola untuk gue, dapat gue terapkan dan gue bisa menjadi mandiri tidak selalu teriak "Kakak, ini bagaimana" dan tidak panik saat mengerjakan sendiri yang menyebabkan gue menjadi pelupa hahaha...Dan gue harus bisa menghilangkan beberapa sikap gue yang terkadang seperti anak kecil.
*Meskipun kadang Kiki sering bandel, buat Kakak marah, jangan bosan mengajarkan Kiki banyak hal ya Kak...^_^
Ini coretan gue sepanjang tahun 2015. Untuk teman-teman di luar sana, terus berjuang wujudkan mimpi dan cita-cita kalian, jangan takut kalah dengan keadaan. Dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin jika diperjuangkan. Semangat dan terus berjuang untuk kebahagiaan kalian, tidak peduli orang lain berkata apa, tetap lanjutkan langkah kalian. Ingat, menyerah bukan pilihan tapi menyerah membuat kalian menjadi manusia yang gagal seutuhnya.
Selamat datang 2016...
Comments
Post a Comment