Kota Tangerang sebuah kota yang berada di tengah ibu kota. Kota terbesar no. 1 yang berada di provinsi Banten, dan terbesar no. 3 di wilayah Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi. Nama lain dari Kota Tangerang adalah Benteng. Sungai cisadane adalah sungai yang terbesar yang berada di Kota Tangerang, juga menjadi sumber kehidupan sehari-hari bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai cisadane. Kota Tangerang memiliki bendungan air terbesar yang menampung aliran air sungai cisadane hingga bermuara ke laut, yaitu bendungan pintu air 10, atau biasa disebut oleh masyarakat setempat bedeng 10. Selain itu, Kota Tangerang juga merupakan salah satu jalan alternatif menuju bandara internasional Soekarno-Hatta. Karena letak bandara Soekarno-Hatta sebagian besarnya berada di wilayah Kota Tangerang.
Banyak hal yang menarik dari Kota Tangerang yang belum banyak orang ketahui, baik dari kuliner maupun kesenian dan beberapa tempat wisata yang berada di Kota Tangerang. Penduduk asli Kota Tangerang terdiri dari berbagai macam suku dan agama, ada Sunda, Betawi, Jawa, Melayu dan Tionghoa atau lebih dikenal dengan sebutan Cina Benteng. Agama yang dianut oleh warga Kota Tangerang ada Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu. Meskipun memiliki banyak perbedaan, tapi warga Kota Tangerang dapat hidup berdampingan dengan baik, dan memiliki rasa toleransi yang cukup tinggi dengan sesama.
Kota Tangerang memiliki tempat wisata kuliner yang banyak dikunjungi oleh warga Kota Tangerang, yaitu kawasan Pasar Lama Tangerang. Berbagai jenis makanan dapat kita temui di Pasar Lama, dari macam-macam soto, sate, bakmi ayam, bakso, gado-gado, ketoprak, nasi bakar, hingga cafe dan restoran dapat kita temukan di Pasar Lama yang selalu ramai dikunjungi oleh kawula muda Kota Tangerang. Terutama saat malam hari. Di Pasar Lama pun terdapat tempat makan, yang menjadi menu utamanya adalah sate ular dan biawak, juga ada sate babi. Para penjualnya pun dengan terbuka menjelaskan produk makanan yang mereka jual, karena yang mengunjungi Pasar Lama ini dari berbagai kalangan. Saat bulan suci ramadhan tiba, kawasan Pasar Lama ini sejak sore hari sudah penuh dikunjungi oleh pembeli. Berbagi jenis menu makanan untuk berbuka puasa, semua ada di Pasar Lama.
Selain Pasar Lama yang menjadi pusat wisat kuliner di Kota Tangerang, ada makanan lainnya yang menjadi ciri khas Kota Tangerang, yaitu laksa, sayur besan, ayam begana, tapai uli dan saat ini yang sedang jadi pembicaraan kuliner di Kota Tangerang adalah nasi jagal. Yang pertama saya akan memulainya dari laksa.
Jika kamu mengunjungi Kota Tangerang, laksa adalah salah satu kuliner yang wajib kamu coba. Laksa Tangerang ini berbeda dengan Laksa Betawi ataupun Laksa Bogor. Mie laksa Kota Tangerang bentuknya agak besar seperti spaghetti tapi tidak sebesar spaghetti, mie laksa Kota Tangerang dibuat dari tepung beras, lalu laksa Tangerang memiliki rasa yang gurih pada kuahnya yang kuning kental dengan aroma rempah-rempah khas nusantara seperti kari tapi bukan kari, dalam kuah laksa terdapat kacang hijau, dan diatasnya ditaburi daun kucaibyang dipotong kecil-kecil. Selain itu, dalam menikmati laksa Kota Tangerang terdapat pilihan lauk untuk menjadi teman saat menyantap laksa. Pilihan lauk tersebut ada ayam kampung yang sudah dibakar, telur rebus, tempe dan tahu, atau menikmati laksa yang polos tanpa lauk apapun juga sudah nikmat. Mie laksa yang terbuat dari tepung beras, membuat kita seperti makan nasi. Laksa khas Kota Tangerang ini dapat dengan mudah ditemukan di Jalan Moh. Yamin Kota Tangerang, depan lapas wanita Kota Tangerang dan bersebrangan dengan Pasar Babakan Kota Tangerang. Di sepanjang Jalan Moh. Yamin, kamu akan menemukan penjual laksa, dari yang berjualan di bawah pohon hingga yang berjualan di sebuah tenda yang disediakan oleh pemkot Tangerang, yang juga dikenal sebagai salah kawasan wisata kuliner Kota Tangerang. Tempa makan laksa favorit saya adalah laksa sangego yang berada tepat di depan bendungan pintu air 10.
Kuliner khas Kota Tangerang selanjutnya adalah Sayur Besan.
Sayur besan ini terdiri dari beberapa sayuran yang dicampur, seperti ada kentang, wortel dan buncis, dicampur petai dan lain-lain. Sayur besan dimasak menggunakan santan dan rempah-rempah lainnya. Sayur besan adalah sayur yang diberikan oleh keluarga mempelai kepada besannya, sebagai sebuah penghormatan. Sayur besan atau sayur godok biasa saya mebyebutnya, karena setelah saya bertanya mengenai sayur besan ke ayah saya yang memang asli orang Tangerang, ternyata sayur besan itu juga sayur godok. Sayur besan atau sayur godok ini dihidangkan tidak hanya saat menggelar hajatan saja, tapi juga saat hari raya besar seperti idul fitri, sayur besan atau sayur godok ini menjadi menu utama yang dihidangkan bersama ketupat. Dan ini adalah menu favorit saya saat hari raya idul fitri, selain opor ayam...hehehe
Selanjutnya ada tapai uli.
Tapai uli juga merupakan salah satu kuliner khas Tangerang. Sebenarnya tidak hanya di Kota Tangerang saja, tapai uli dapat ditemukan. Tapi menurut saya tapai uli Kota Tangerang ini berbeda dengan tapai uli yang biasa saya makan saat pulang ke Pandeglang. Untuk tapainya terbuat dari ketan hitam, ragi dan beberapa bahan lainnya. Untuk ulinya terbuat dari olahan beras ketan yang ditumbuk menggunakan alat tumbuk tradisional, alat tumbuk tersebut saya biasa menyebutnya Alu. Tapai uli Kota Tangerang ini memiliki tekstur yang lembut pada permukaan ulinya, dan tapainya memiliki rasa yang sangat nikmat juga segar, baik saat dimakan bersama uli maupun hanya tapainya saja. Rasa asam dan manis pada tapai sangat pas dilidah.
Lalu ada juga ayam begana.
Ayam begana merupakan salah satu makanan yang berasal dari Betawi, dan Betawi adalah salah satu suku asli penduduk Kota Tangerang juga. Ayam begana merupakan salah satu menu utama yang dihidangkan pada hari raya besar maupun pada acara syukuran dan acara-acara besar lainnya. Ayam begana terbuat dari daging ayam yang lunak dicampur dengan kacang merah serta sangrai kelapa yang gurih, dan bumbu kuning dari kunyit juga rempah-rempah lainnya membuat hidangan ayam begana menjadi istimewa dan nikmat. Ayam begana favorit saya adalah ayam begana yang dimasak oleh almarhum nenek saya (Ibunya Ayah).
Dan, saat ini yang sedang menjadi pusat perhatian masyakarat luas pada kuliner khas Kota Tangerang adalah nasi jagal. Saya sendiri tidak begitu paham asal mulanya nasi jagal ini. Awalnya saya berpikir, kenapa disebut nasi jagal mungkin karena nasi yang dijual pada warung makan yang lokasinya berada tepat di depan tempat pemotongan hewan tersebut atau jagal. Dan, sebelum nasi jagal ini dikenal luas oleh masyarakat luas, beberapa kali saya sempat diajak makan nasi jagal oleh ayah. Nasi jagal adalah sepiring nasi yang dilengkapi dengan daging sapi masak kecap. Warung nasi jagal ini dapat ditemui di depan tempat pemotongan hewan atau jagal yang berada di jalan raya bayur, Kota Tangerang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari bendungan pintu air 10. Dan banyak menu lainnya, seperti ada nasi goreng jagal, harganya pun sangat terjangkau.
Untuk seni dan budaya khas Tangerang, ada tari cokek. Tari cokek ini asalnya dari Betawi, yang merupakan hasil alkuturasi budaya dengan bangsa luar. Selain Betawi, tari ini sering dijumpai di Tangerang. Tari cokek merupakan hasil gesekan dari budaya Betawi, Banten, dan Cina. Tari cokek sudah ada sejak abad 19 di Teluknaga, Tangerang. Tari cokek dibawa ke Tangerang oleh saudagar Cina yang bernama Tan Sio Kek. Saudagar tersebut juga membawa alat musik Rebab Dua Dawai, yang kemudian dikolaborasikan dengan alat musik setempat, seperti suling, kempul, gong, kecrek, dan gendang. Lantunan tembang perpaduan tradisi daratan Cina dan Tangerang disebut Gambang Kromong. Sekilas, tari cokek mirip dengan tari sintren dari Cirebon atau sejenis tari ronggeng dari Jawa Tengah. Tari cokek sudah jarang dipertunjukan di kawasan Betawi. Tapi tari cokek lebih sering dapat dijumpai di Benteng, Tangerang, terutama saat ada yang menggelar pesta pernikahan.
Selain tari cokek, ada tari lenggang cisadane.
Tari lenggang cisadane merupakan perpaduan dari unsur budaya Sunda, Jawa, Betawi, Cina, dan Arab. Tari lenggang cisadane dibawakan oleh 13 penari, yang mencirikan jumlah dari kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Tari lenggang cisadane ini terbilang baru, karena baru tahun 2011 lalu tari lenggang cisadane diciptakan diresmikan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tangerang. Pencipta tari lenggang cisadane yaitu Yunus Sanusi. Dan, yang sangat disayangkan Yunus Sanusi sebagai pencipta dari tari lenggang cisadane tidak mendapatkan apa yang seharusya menjadi hak seorang pencipta sebuah karya, yaitu royalti. Jangankan mendapatkan hak ekonomi atas karyanya, mendapatkan hak moralnya sebagai pencipta saja tidak mendapatkannya. Dari pihak pemda megatakan, bahwa tari lenggang cisadane adalah hasil karya bersama dari seniman-seniman Tangerang yang dibina oleh Disbudpar. Sedangkan sudah jelas, bahwa pencipta tari lenggang adalah seorang Yunus Sanusi.
Dan, untuk seni dan budaya, Kota Tangerang memiliki sebuah event tahunan yang dikenal dengan nama Festival Cisadane. Festival cisadane lahir dari adanya acara pe'cun atau lomba perahu naga. Pe'cun secara harfiah berarti mendayung perahu. Selain lomba perahu naga, festival cisadane juga merupakan salah satu ajang untuk menampilkan kreatifitas warga Kota Tangerang dari berbagai kecamatan. Tangerang juga memiliki tempat pariwisata yang cukup dikenal di masyarakat, ada pantai juga museum, dan lokasi wisata religius.
Untuk tempat wisata pantai ada Tanjung Pasir dan Tanjung Kait, kedua pantai ini letaknya berada di Kabupaten Tangerang. Lokasi pantai Tanjung Pasir berada di Tangerang Utara, tepatnya di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Di Tanjung Pasir tidak hanya bisa bermain dan menikmati pantai saja, tapi juga kita dapat menyebrang ke kawasan pulau seribu dari Tanjung Pasir, salah satunya adalah Pulau Untung Jawa yang banyak dikunjungi oleh wisatawan setempat.
Tanjung Kait letaknya berada diujung Tangerang, 30 Km dari Tangerang Utara. Tepatnya lokasi Tanjung Kait berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Selain dua pantai tersebut, Kota Tangerang memiliki tempat wisata religius, yaitu Masjid Pintu Seribu yang berada di tengah pemukiman warga Kampung Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Lalu ada Vihara Boen Tek Bio. Vihara Boen Tek Bio adalah salah satu vihara atau klenteng tertua yang berada di Kota Tangerang. Vihara Boen Tak Bio berada di persimpangan jalan Bhakti dan jalan Cilame, Pasar Lama, Kota Tangerang. Dan, di Pasar Lama juga ada sebuah museum tentang budaya Chinese. Museum tersebut bernama Museum Benteng Heritage, yang terletak di jalan Cilame no. 20 Pasar Lama, Kota Tangerang. Museum ini menyimpan harta sejarah peninggalan bertemunya orang Tionghoa dengan masyarakat Tangerang melalui perdagangan.
Dan, sejauh ini yang saya lihat Kota Tangerang memiliki banyak perkembangan dan juga kemajua dalam pembangunan kota. Dari segi pembangunan, sudah banyak gedung-gedung dan mall besar yang didirikan di Kota Tangerang. Mall-mall besar yang tidak kalah dengan mall-mall besar lainnya yang berada di kota-kota besar. Di Tangerang, ada Tangcity Mall, Supermall Lippo Karawaci, Summerecon Mall Serpong, Living World, Mall @Alam Sutra, WTC Mall Serpong, dan masih banyak mall besar yang berada di Kota Tangerang. Selain mall besar, pembangunan rumah-rumah bersubdi dan juga perbaikan jalan terus dilakukan. Dan, beberapa tempat ruang hijau pun sudah didirikan. Salah satunya adalah Taman Potret, yang berada di Cikokol, tidak jauh dari Tangcity Mall.
Untuk pusat pendidikan Kota Tangerang, ada di Cikokol. Mulai dari tingkat pendikan Taman Kanak-Kanak atau Tk, hingga perguruan tinggi, semua ada di Cikokol, Kota Tangerang.
Saat ini pemerintah Kota Tangerang berada dibawah pimpinan Bapak Walikota Arief R. Wismansyah dan Wakil Walikota Bapak Sachrudin. Untuk hasil kinerja pemerintah Kota Tangerang, dibawah pimpinan Bapak Walikota Arief R. Wismansyah dan Wakilnya Bapak Sachrudin, sejauh ini membuat Kota Tangerang menjadi cukup baik. Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti dalam bidang seni dan budaya, pada dasarnya Kota Tangerang kaya akan seni dan budaya. Semoga pemerintah dapat lebih peduli lagi pada seni dan budaya yang dimiliki Kota Tangerang. Dan, ditingkatkan kembali organisasi atau komunitas seni yang berada di Kota Tangerang, agar Kota Tangerang dapat maju dengan seni dan budaya yang dimiliki.
Saya bukan siapa-siapa, saya hanya ingin menulis tentang kota tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, juga bermimpi tentang masa depan yang indah. Saya hanya generasi muda yang ingin bisa berkontribusi untuk memajukan kota asal saya ini melalui sebuah seni tulis. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan kamu yang berada di luar Kota Tangerang, kalau selama ini hanya mendengar namanya saja, semoga dengan tulisan ini kamu dapat mengenal Kota Tangerang lebih baik lagi.
Setelah beberapa hari tulisan ini terbengkalai karena beberapa hal, dan masuk ke dalam kotak antrian tulisan yang harus saya selesaikan, akhirnya hari ini saya dapat menyelesaikan tulisan ini (maaf, sok sibuk...hahaha...). Terimakasih untuk berbagai sumber, yang memberikan banyak info tentang Kota Tangerang tercinta.
Banyak hal yang menarik dari Kota Tangerang yang belum banyak orang ketahui, baik dari kuliner maupun kesenian dan beberapa tempat wisata yang berada di Kota Tangerang. Penduduk asli Kota Tangerang terdiri dari berbagai macam suku dan agama, ada Sunda, Betawi, Jawa, Melayu dan Tionghoa atau lebih dikenal dengan sebutan Cina Benteng. Agama yang dianut oleh warga Kota Tangerang ada Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu. Meskipun memiliki banyak perbedaan, tapi warga Kota Tangerang dapat hidup berdampingan dengan baik, dan memiliki rasa toleransi yang cukup tinggi dengan sesama.
Kota Tangerang memiliki tempat wisata kuliner yang banyak dikunjungi oleh warga Kota Tangerang, yaitu kawasan Pasar Lama Tangerang. Berbagai jenis makanan dapat kita temui di Pasar Lama, dari macam-macam soto, sate, bakmi ayam, bakso, gado-gado, ketoprak, nasi bakar, hingga cafe dan restoran dapat kita temukan di Pasar Lama yang selalu ramai dikunjungi oleh kawula muda Kota Tangerang. Terutama saat malam hari. Di Pasar Lama pun terdapat tempat makan, yang menjadi menu utamanya adalah sate ular dan biawak, juga ada sate babi. Para penjualnya pun dengan terbuka menjelaskan produk makanan yang mereka jual, karena yang mengunjungi Pasar Lama ini dari berbagai kalangan. Saat bulan suci ramadhan tiba, kawasan Pasar Lama ini sejak sore hari sudah penuh dikunjungi oleh pembeli. Berbagi jenis menu makanan untuk berbuka puasa, semua ada di Pasar Lama.
Selain Pasar Lama yang menjadi pusat wisat kuliner di Kota Tangerang, ada makanan lainnya yang menjadi ciri khas Kota Tangerang, yaitu laksa, sayur besan, ayam begana, tapai uli dan saat ini yang sedang jadi pembicaraan kuliner di Kota Tangerang adalah nasi jagal. Yang pertama saya akan memulainya dari laksa.
Jika kamu mengunjungi Kota Tangerang, laksa adalah salah satu kuliner yang wajib kamu coba. Laksa Tangerang ini berbeda dengan Laksa Betawi ataupun Laksa Bogor. Mie laksa Kota Tangerang bentuknya agak besar seperti spaghetti tapi tidak sebesar spaghetti, mie laksa Kota Tangerang dibuat dari tepung beras, lalu laksa Tangerang memiliki rasa yang gurih pada kuahnya yang kuning kental dengan aroma rempah-rempah khas nusantara seperti kari tapi bukan kari, dalam kuah laksa terdapat kacang hijau, dan diatasnya ditaburi daun kucaibyang dipotong kecil-kecil. Selain itu, dalam menikmati laksa Kota Tangerang terdapat pilihan lauk untuk menjadi teman saat menyantap laksa. Pilihan lauk tersebut ada ayam kampung yang sudah dibakar, telur rebus, tempe dan tahu, atau menikmati laksa yang polos tanpa lauk apapun juga sudah nikmat. Mie laksa yang terbuat dari tepung beras, membuat kita seperti makan nasi. Laksa khas Kota Tangerang ini dapat dengan mudah ditemukan di Jalan Moh. Yamin Kota Tangerang, depan lapas wanita Kota Tangerang dan bersebrangan dengan Pasar Babakan Kota Tangerang. Di sepanjang Jalan Moh. Yamin, kamu akan menemukan penjual laksa, dari yang berjualan di bawah pohon hingga yang berjualan di sebuah tenda yang disediakan oleh pemkot Tangerang, yang juga dikenal sebagai salah kawasan wisata kuliner Kota Tangerang. Tempa makan laksa favorit saya adalah laksa sangego yang berada tepat di depan bendungan pintu air 10.
Kuliner khas Kota Tangerang selanjutnya adalah Sayur Besan.
Sayur besan ini terdiri dari beberapa sayuran yang dicampur, seperti ada kentang, wortel dan buncis, dicampur petai dan lain-lain. Sayur besan dimasak menggunakan santan dan rempah-rempah lainnya. Sayur besan adalah sayur yang diberikan oleh keluarga mempelai kepada besannya, sebagai sebuah penghormatan. Sayur besan atau sayur godok biasa saya mebyebutnya, karena setelah saya bertanya mengenai sayur besan ke ayah saya yang memang asli orang Tangerang, ternyata sayur besan itu juga sayur godok. Sayur besan atau sayur godok ini dihidangkan tidak hanya saat menggelar hajatan saja, tapi juga saat hari raya besar seperti idul fitri, sayur besan atau sayur godok ini menjadi menu utama yang dihidangkan bersama ketupat. Dan ini adalah menu favorit saya saat hari raya idul fitri, selain opor ayam...hehehe
Selanjutnya ada tapai uli.
Tapai uli juga merupakan salah satu kuliner khas Tangerang. Sebenarnya tidak hanya di Kota Tangerang saja, tapai uli dapat ditemukan. Tapi menurut saya tapai uli Kota Tangerang ini berbeda dengan tapai uli yang biasa saya makan saat pulang ke Pandeglang. Untuk tapainya terbuat dari ketan hitam, ragi dan beberapa bahan lainnya. Untuk ulinya terbuat dari olahan beras ketan yang ditumbuk menggunakan alat tumbuk tradisional, alat tumbuk tersebut saya biasa menyebutnya Alu. Tapai uli Kota Tangerang ini memiliki tekstur yang lembut pada permukaan ulinya, dan tapainya memiliki rasa yang sangat nikmat juga segar, baik saat dimakan bersama uli maupun hanya tapainya saja. Rasa asam dan manis pada tapai sangat pas dilidah.
Lalu ada juga ayam begana.
Ayam begana merupakan salah satu makanan yang berasal dari Betawi, dan Betawi adalah salah satu suku asli penduduk Kota Tangerang juga. Ayam begana merupakan salah satu menu utama yang dihidangkan pada hari raya besar maupun pada acara syukuran dan acara-acara besar lainnya. Ayam begana terbuat dari daging ayam yang lunak dicampur dengan kacang merah serta sangrai kelapa yang gurih, dan bumbu kuning dari kunyit juga rempah-rempah lainnya membuat hidangan ayam begana menjadi istimewa dan nikmat. Ayam begana favorit saya adalah ayam begana yang dimasak oleh almarhum nenek saya (Ibunya Ayah).
Dan, saat ini yang sedang menjadi pusat perhatian masyakarat luas pada kuliner khas Kota Tangerang adalah nasi jagal. Saya sendiri tidak begitu paham asal mulanya nasi jagal ini. Awalnya saya berpikir, kenapa disebut nasi jagal mungkin karena nasi yang dijual pada warung makan yang lokasinya berada tepat di depan tempat pemotongan hewan tersebut atau jagal. Dan, sebelum nasi jagal ini dikenal luas oleh masyarakat luas, beberapa kali saya sempat diajak makan nasi jagal oleh ayah. Nasi jagal adalah sepiring nasi yang dilengkapi dengan daging sapi masak kecap. Warung nasi jagal ini dapat ditemui di depan tempat pemotongan hewan atau jagal yang berada di jalan raya bayur, Kota Tangerang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari bendungan pintu air 10. Dan banyak menu lainnya, seperti ada nasi goreng jagal, harganya pun sangat terjangkau.
Untuk seni dan budaya khas Tangerang, ada tari cokek. Tari cokek ini asalnya dari Betawi, yang merupakan hasil alkuturasi budaya dengan bangsa luar. Selain Betawi, tari ini sering dijumpai di Tangerang. Tari cokek merupakan hasil gesekan dari budaya Betawi, Banten, dan Cina. Tari cokek sudah ada sejak abad 19 di Teluknaga, Tangerang. Tari cokek dibawa ke Tangerang oleh saudagar Cina yang bernama Tan Sio Kek. Saudagar tersebut juga membawa alat musik Rebab Dua Dawai, yang kemudian dikolaborasikan dengan alat musik setempat, seperti suling, kempul, gong, kecrek, dan gendang. Lantunan tembang perpaduan tradisi daratan Cina dan Tangerang disebut Gambang Kromong. Sekilas, tari cokek mirip dengan tari sintren dari Cirebon atau sejenis tari ronggeng dari Jawa Tengah. Tari cokek sudah jarang dipertunjukan di kawasan Betawi. Tapi tari cokek lebih sering dapat dijumpai di Benteng, Tangerang, terutama saat ada yang menggelar pesta pernikahan.
Selain tari cokek, ada tari lenggang cisadane.
Tari lenggang cisadane merupakan perpaduan dari unsur budaya Sunda, Jawa, Betawi, Cina, dan Arab. Tari lenggang cisadane dibawakan oleh 13 penari, yang mencirikan jumlah dari kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Tari lenggang cisadane ini terbilang baru, karena baru tahun 2011 lalu tari lenggang cisadane diciptakan diresmikan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tangerang. Pencipta tari lenggang cisadane yaitu Yunus Sanusi. Dan, yang sangat disayangkan Yunus Sanusi sebagai pencipta dari tari lenggang cisadane tidak mendapatkan apa yang seharusya menjadi hak seorang pencipta sebuah karya, yaitu royalti. Jangankan mendapatkan hak ekonomi atas karyanya, mendapatkan hak moralnya sebagai pencipta saja tidak mendapatkannya. Dari pihak pemda megatakan, bahwa tari lenggang cisadane adalah hasil karya bersama dari seniman-seniman Tangerang yang dibina oleh Disbudpar. Sedangkan sudah jelas, bahwa pencipta tari lenggang adalah seorang Yunus Sanusi.
Dan, untuk seni dan budaya, Kota Tangerang memiliki sebuah event tahunan yang dikenal dengan nama Festival Cisadane. Festival cisadane lahir dari adanya acara pe'cun atau lomba perahu naga. Pe'cun secara harfiah berarti mendayung perahu. Selain lomba perahu naga, festival cisadane juga merupakan salah satu ajang untuk menampilkan kreatifitas warga Kota Tangerang dari berbagai kecamatan. Tangerang juga memiliki tempat pariwisata yang cukup dikenal di masyarakat, ada pantai juga museum, dan lokasi wisata religius.
Untuk tempat wisata pantai ada Tanjung Pasir dan Tanjung Kait, kedua pantai ini letaknya berada di Kabupaten Tangerang. Lokasi pantai Tanjung Pasir berada di Tangerang Utara, tepatnya di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Di Tanjung Pasir tidak hanya bisa bermain dan menikmati pantai saja, tapi juga kita dapat menyebrang ke kawasan pulau seribu dari Tanjung Pasir, salah satunya adalah Pulau Untung Jawa yang banyak dikunjungi oleh wisatawan setempat.
Tanjung Kait letaknya berada diujung Tangerang, 30 Km dari Tangerang Utara. Tepatnya lokasi Tanjung Kait berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Selain dua pantai tersebut, Kota Tangerang memiliki tempat wisata religius, yaitu Masjid Pintu Seribu yang berada di tengah pemukiman warga Kampung Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Lalu ada Vihara Boen Tek Bio. Vihara Boen Tek Bio adalah salah satu vihara atau klenteng tertua yang berada di Kota Tangerang. Vihara Boen Tak Bio berada di persimpangan jalan Bhakti dan jalan Cilame, Pasar Lama, Kota Tangerang. Dan, di Pasar Lama juga ada sebuah museum tentang budaya Chinese. Museum tersebut bernama Museum Benteng Heritage, yang terletak di jalan Cilame no. 20 Pasar Lama, Kota Tangerang. Museum ini menyimpan harta sejarah peninggalan bertemunya orang Tionghoa dengan masyarakat Tangerang melalui perdagangan.
Dan, sejauh ini yang saya lihat Kota Tangerang memiliki banyak perkembangan dan juga kemajua dalam pembangunan kota. Dari segi pembangunan, sudah banyak gedung-gedung dan mall besar yang didirikan di Kota Tangerang. Mall-mall besar yang tidak kalah dengan mall-mall besar lainnya yang berada di kota-kota besar. Di Tangerang, ada Tangcity Mall, Supermall Lippo Karawaci, Summerecon Mall Serpong, Living World, Mall @Alam Sutra, WTC Mall Serpong, dan masih banyak mall besar yang berada di Kota Tangerang. Selain mall besar, pembangunan rumah-rumah bersubdi dan juga perbaikan jalan terus dilakukan. Dan, beberapa tempat ruang hijau pun sudah didirikan. Salah satunya adalah Taman Potret, yang berada di Cikokol, tidak jauh dari Tangcity Mall.
Untuk pusat pendidikan Kota Tangerang, ada di Cikokol. Mulai dari tingkat pendikan Taman Kanak-Kanak atau Tk, hingga perguruan tinggi, semua ada di Cikokol, Kota Tangerang.
Saat ini pemerintah Kota Tangerang berada dibawah pimpinan Bapak Walikota Arief R. Wismansyah dan Wakil Walikota Bapak Sachrudin. Untuk hasil kinerja pemerintah Kota Tangerang, dibawah pimpinan Bapak Walikota Arief R. Wismansyah dan Wakilnya Bapak Sachrudin, sejauh ini membuat Kota Tangerang menjadi cukup baik. Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti dalam bidang seni dan budaya, pada dasarnya Kota Tangerang kaya akan seni dan budaya. Semoga pemerintah dapat lebih peduli lagi pada seni dan budaya yang dimiliki Kota Tangerang. Dan, ditingkatkan kembali organisasi atau komunitas seni yang berada di Kota Tangerang, agar Kota Tangerang dapat maju dengan seni dan budaya yang dimiliki.
Saya bukan siapa-siapa, saya hanya ingin menulis tentang kota tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, juga bermimpi tentang masa depan yang indah. Saya hanya generasi muda yang ingin bisa berkontribusi untuk memajukan kota asal saya ini melalui sebuah seni tulis. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan kamu yang berada di luar Kota Tangerang, kalau selama ini hanya mendengar namanya saja, semoga dengan tulisan ini kamu dapat mengenal Kota Tangerang lebih baik lagi.
Setelah beberapa hari tulisan ini terbengkalai karena beberapa hal, dan masuk ke dalam kotak antrian tulisan yang harus saya selesaikan, akhirnya hari ini saya dapat menyelesaikan tulisan ini (maaf, sok sibuk...hahaha...). Terimakasih untuk berbagai sumber, yang memberikan banyak info tentang Kota Tangerang tercinta.
Comments
Post a Comment