Yang Lama Hilang...


Ketika mereka saling memperebutkan kekuasaan atas Ibu Pertiwi, berlomba-lomba meneriakkan visi misi untuk mendapatkan perhatian dan simpatisan rakyat hingga berbagai cara pun dilakukan meskipun menyakiti hati Ibu Petiwi hingga menangis dengan apa yang terjadi atas nama Pesta Demokrasi.

Jiwa ini merintih, hati ini menangis, kaki ini terus melangkah mencari sesuatu yang telah lama menghilang bahkan mungkin sulit untuk didapatkan kembali. Gotong royong, keramahan, saling menerima meskipun berbeda, senyuman tulus itu, tanah yang hijau dan aromanya yang khas setelah dibasahi air hujan, semua itu menghilang setelah disapu bersih oleh kejamnya arus politik. Agama yang dipolitisasi, begitu pun sebaliknya politik di dalam dakwah. Seketika negeri ini dihujani oleh berbagai macam kericuhan, berita bohong, saling mencaci karena berbeda hingga lupa akan persaudaraan.

Kini, tidak hanya elit Politik saja yang sibuk mencari kemenangan bagi kelompoknya. Tetapi sebagian besar masyarakat dari berbagai lapisan pun kini turut mengikutinya demi kemenangan Pemimpin idolanya tanpa memperdulikan apa yang benar dan apa yang salah. Sungguh miris. Hal itu terjadi dan terus bergejolak, semakin panas hingga melupakan semboyan negeri ini, yakni Bhineka Tunggal Ika yang semakin tak berarti.

Politik tetaplah Politik, pesta demokrasi biarlah berjalah seperti apa adanya. Saya tak memihak siapapun. Yang saya tahu hidup ini terus berjalan siapapun Pemimpinnya. Perut lapar dan harus diisi, tanpa bekerja bagaimana bisa memiliki penghasilan untuk membeli sesuap nasi? Semua yang sudah tersaji di negeri ini bukanlah hasil instant, tetapi melalui proses panjang. Fasilitas infrasruktur yang kini dapat kita nikmati memang sudah kewajiban Pemerintah sebagaimana mestinya untuk membangun negara ini melalaui infrastruktur untuk kemajuan bangsa ini. Dengan hadirnya infrastruktur yang merata dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote, menunjukkan bahwa bangsa ini memang besar dan Pemerintahnya memperhatikan rakyatnya. Itu adalah kewajiban bukan prestasi namun patut diapresiasi.

Memang betul, dengan hadirnya infrastruktur yang kini semakin berkembang pesat pembangunannya di setiap pelosok negeri ini memberikan dampak positif bagi masyarakatnya, salah satunya adalah perkembangan daerah tersebut menjadi semakin maju karena dengan dibangunnya infrastruktur pun turut mendongkrak perekonomian daerah itu menjadi menggeliat karena semakin mudah dijangkau, seperti pembangunan bandara baru yang terus digenjot Pemerintah agar terhubung dengan daerah lainnya melalui transportasi udara, baik untuk mengangkut penumpang maupun kebutuhan logistic. Akan tetapi pembangunan infrastruktur ini tidak hanya ada saat ini saja, tetapi jauh sebelum Indonesia merdeka pembangunan infrastruktur sudah dimulai hanya saja belum optimal.
Terlepas dari itu semua siapapun Pemimpinnya, saya hanya seorang anak bangsa yang bermimpi negeri ini bisa sejahtera, adil, makmur dan sentosa. Tidak ada lagi perpecahan karena perbedaan. Saling bergandeng tangan, menopang satu dengan yang lainnya demi kemajuan negeri ini. Hidup ini indah bila kita bisa saling menghargai perbedaan dan saling melengkapi hingga tercipta kedamaian. Saling berbagi dan saling mengisi. Bermpimpi lalu mewujudkannya dengan sama-sama membangun negeri ini  menjadi benar-benar Indonesia Raya.

Sebagai anak bangsa, saya merindukan Ibu Pertiwi ini dengan segala keramahannya, keindahannya, keelokannya, kedamaiannya, bahkan senyuman tulus negeri ini. Nusantaraku yang kaya raya akan sumber daya alamnya yang berlimpah ruah namun belum semuanya dapat dinikmati oleh rakyatnya. Kini yang terlihat hanyalah keangkuhan dari setiap kelompok yang merasa paling benar dan hebat.



Comments